Hindari Corona, 4 Suasana Khas Ramadhan Ini Akan Jarang Kita Jumpai

oleh -189 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Bulan Ramadhan 2020 atau 1441 Hijriah akan beda dengan bulan Ramadhan sebelumnya. Penyebaran virus Corona atau Covid-19 membuat masyarakat harus melakukan physical distancing selama pandemi ini berlangsung.

Padahal, masyarat mempunyai tradisi-tradisi khas untuk meramaikan bulan Ramadhan. Adapun, hari-hari di bulan Ramadhan selalu mempunyai suasana khas dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Suasana ini karena dilaksanakannya puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Suasana-suasana khas ini akan jarang kita temukan setelah adanya himbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagi umat muslim melaksanakan ibadah di Bulan Ramadhan 2020.

Terdapat 4 Panduan MUI untuk ibadah ramadhan adalah untuk menghindari kerumunan, beribadah di rumah, mengubah cara sedekah, dan tidak mudik Himbauan ini dikeluarkan MUI untuk membatasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di bulan Ramadhan 2020.

Sebagaimana dikutip porostimur.com dari laman Surya, berikut empat suasana khas Ramadhan yang akan jarang kita lihat pada Ramadhan 2020.

Baca Juga  Vaksinasi Tahap Pertama di Maluku 14 Januari 2021

Ngabuburit

Ngabuburit adalah kegiatan menunggu azan maghrib ketika bulan Ramadhan. Biasanya, masyarakat melakukan ngabuburit dengan berkumpul pada satu titik untuk sekedar mencari santapan-santapan menu buka puasa.

Ada juga yang melakukan ngabuburit dengan jalan-jalan melihat pemandangan hingga waktu buka puasa tiba. Ramadhan 2020 kali ini, masyarakat harus melakukan ngabuburit dirumah saja sembari menunggu waktu buka puasa.

Buka Bersama (Bukber)

Ada yang sudah merencakan buka bersama dengan teman-teman sekolah ? baik dari SD, SMP, SMA, sampai Kuliah ?

Pada bulan Ramadhan, masyarakat umum biasanya mengadakan buka bersama entah dari komunitas atau teman sebaya. Buka bersama menjadi peristiwa yang dapat mempererat tali silaturrahmi antara 1 orang dengan orang lainnya.

Jika anda telah merencakan buka bersama, lebih baik anda membatalkan wacana buka bersama ini karena pada masa physical distancing, buka bersama adalah salah satu acara yang beresiko menjadi peristiwa penularan Covid-19.

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Upacara & Syukuran Hari Bhayangkara Ke-74

Sholat Tarawih di Masjid atau Musholla

Hal pertama yang dilakukan umat muslim ketika memasuki bulan Ramadhan adalah melakukan Sholat Tarawih pada malam hari selama bulan Ramadhan. 

Secara istilah tarawih artinya qiyam Ramadhan, atau shalat di malam hari Ramadhan (lihat Al Mughni, 1/455, Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 6/39).

Sedangkan secara bahasa, Tarawih adalah bentuk jamak dari tarwihah, secara bahasa artinya istirahat sekali. Dinamakan demikian karena biasanya dahulu para sahabat ketika shalat tarawih mereka memanjangkan berdiri, rukuk dan sujudnya. Maka ketika sudah mengerjakan empat rakaat, mereka istirahat, kemudian mengerjakan empat rakaat lagi, kemudian istirahat, kemudian mengerjakan tiga rakaat (lihat Lisanul Arab, 2/462, Mishbahul Munir, 1/244, Syarhul Mumthi, 4/10).

Sholat Tarawih umumnya dilakukan di Masjid atau Musholla ketika memasuki jadwal sholat Isya’  Suasana Masjid dan Musholla yang penuh akan jarang kita jumpai selama masa physical distancing seperti sekarang ini.

Baca Juga  Tomia akhirnya ditemukan selamat di Pulau Obi

MUI juga menghimbau umat muslim untuk menjadikan rumah sebagai tempat ibadah.  Artinya, masyarakat diutamakan untuk beribadah di rumah saja, agar tak melakukan kontak dengan orang lain.

Tidak Mudik

Ketika memasuki hari hari terakhir di bulan Ramadhan, masyarakat mempunyai tradisi mudik atau mulih dilik. Tradisi mudik dilakukan untuk kembali bertemu atau menjalin silaturrahmi dengan keluarga atau kerabat dekat yang tidak bisa ditemui setiap hari.

Umat muslim tahun ini tidak diperbolehkan untuk melakukan tradisi mudik akibat penyebaran virus Corona.  Presiden Jokowi sendiri telah memberikan larangan masyarakat untuk melakukan mudik tahun ini. Larangan ini diterbitkan untuk membatasi penyebaran virus Corona yang hingga hari ini, Kamis (23/4/2020) telah mencapai 7775 kasus di Indonesia. (red/rtm/surya)