Hindari Wartawan Saat Akan Dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Bursel Alasan Pusing

oleh -61 views
Link Banner

Porostimur.com | Namrole: Ketua Bawaslu Kabupaten Buru Selatan, Umar Alkatiri menolak menemui wartawan saat akan dikonfirmasi di kantornya terkait penemuan pelanggaran yang beredar ramai di masyarakat.

Dari aksi pengelakan ini muncul dugaan. Bawaslu sengaja menutupi temuan kasus pelanggaran kampanye seperti keterlibatan oknum tertentu ke dalam politik praktis untuk mendukung salah satu paslon.

Salah satu bukti adanya temuan pelanggaran seperti kasus yang melibatkan Camat Kepala Madang, Masri Mamulati.

Video berdurasi kurang lebih 8 menit ini telah beredar luas di masyarakat.

Link Banner

Dalam video dengan jelas terdengar suara sangat cepat, diduga sedang mengajak sekelompok orang untuk mendukung pasangan Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily (SMS-GES).

Bukan hanya bertemu langsung. Upaya konfirmasi ini juga sudah dilakukan via telepon, namun tidak pernah mendapat respon dari yang bersangkutan.

Baca Juga  6 Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Termasuk Dokuno dan Gunung Ibu

Menyikapi hal ini, Kapolres Pulau Buru, AKBP. Egia Febri Kusumawiatmaja, S.IK, M.IK kepada awak media di Namlea, Rabu (14/10) menjelaskan, kasus oknum Camat Kepala Madan ini masih di ranah Bawaslu Buru Selatan.

“Selama masih di ranah Bawaslu, maka Polres Buru sifatnya menunggu. Kita itu semua menunggu dari Bawaslu Bursel. Nanti temuan atau laporan kepada Bawaslu baru bisa kita tindaklanjuti setelah laporan ke kita. Jadi selama masih di ranah Bawaslu, kami sifatnya menunggu,” jelas Egia.

Saat dikejar wartawan apakah Bawaslu sudah koordinasi dengan Gakumdu kepolisian, dengan halus Upril mengelak untuk menjawabnya langsung.

“Kita bisa berpresepsi bila itu sudah dilaporkan dengan resmi. Kalau ada komunikasi yang lain maka itu tidak formal, tidak resmi, maka kita tidak bisa melakukan langkah lanjutan,” ujar Upril.

Baca Juga  Plt Kakanwil Buka Rekrutmen PPIH Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2020

Saat awak media bertanya lagi tentang apa sudah ada komunikasi tidak resmi atau disampaikan secara lisan dari Bawaslu kepada kepolisian? Upril enggan menjawabnya langsung

“Saya bilang tidak bisa kita berkomentar jika itu tidak resmi karena itu masih ranah mereka,”elak Upril.

Padahal jelas-jelas pihak Kepolisian dalam hal ini Ufril beserta Kejaksaan dan Bawaslu sedang melakukan pertemuan dengan durasi cukup lama di dalam ruangan Ketua Bawaslu saat wartawan datang untuk mengkonfirmasi pada Senin lalu.

Saat ditanya lagi kemungkinan kasus ini mungkin saja kadaluwarsa bila tidak cepat ditangani, Upril hanya menjawabnya singkat. “Seperti tadi, secara aturan bawaslu dulu, kita pleno dulu baru bisa kita baru bisa kita menentukan. Kalau kita langsung ambil alih nanti kita melakukan tugas orang lain,” dalih Upril. (ima)