Hingga Jumat Pagi, Genap Seribu Kali Gempa Susulan Goyang Maluku

oleh -82 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan Kairatu-Ambon masih terjadi. Hingga Jumat 4 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB tercatat 1.006 kali gempa susulan dan sebanyak 104 gempa susulan di antaranya dirasakan orang.

“Gempa susulan yang dirasakan getarannya masih terus mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya. Sampai dengan pukul 09.00 WIB pagi tadi sudah sebanyak 1.006 kali gempa susulan yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya,” kata Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG.

Menurut Daryono dari1.006 kali gempa susulan tersebut, sebanyak 110 kali gempa dirasakan getarannya di Pulau Ambon dan sekitarnya, sedangkan sisanya tidak dirasakan. Adapun gempa susulan dengan magnitudo paling besar yakni 5,6 dan yang terkecil 1,7.

Baca Juga  Kapolres Bitung: Tidak Ada Ruang Sedikitpun untuk Pelaku Kejahatan Jalanan

Pantauan porostimur.com, gempa susulan yang terus terjadi dan dirasakan getarannya membuat warga panik dan berhamburan dari rumah-rumah mereka. Sejumlah warga mengaku merasa pening karena gempa susulan yang terus terjadi.

“Kepala su rasa pusing kaya mabuk laut karena selalu ada gempa susulan,” kata ira warga Rumah Tiga. .

Energi gempa

Sebelumnya Daryono menyebut gempa susulan di Maluku masih terus terjadi karena masih ada energi yang tersisa di zona patahan yang terus dikeluarkan secara perlahan untuk mencapai kestabilan.

“Jadi energi tersisa itu dikeluarkan secara perlahan sehingga kondisi patahan itu bisa mencapai kestabilan kembali, jadi ini kondisinya normal,” katanya.

Menurutnya meski banyak gempa susulan yang terjadi namun skalanya relatif lebih kecil dari gempa utama 6,8 magnitudo.

Baca Juga  Ibadah Malam Natal di Kota Ambon Berjalan Aman dan Lancar

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9) sekira pukul 08.46 Wit. Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 38 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rumah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya. (red/rtl/kcm)