HIPMI Malut & LSM Daurmala Desak Kapolda Tindak Tegas Anggotanya yang Diduga Aniaya Perempuan

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara mendesak Kapolda Malut untuk menindak secara tegas Kompol Andik Hermawan.

Andik diduga melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap korban Khaterin Febrina Tjan. Korban adalah salah satu pengurus HIPMI Malut.

“Kami minta Pak Kapolda untuk menindak tegas Kompol Andik karena telah menganiaya salah salah pengurus kami yakni saudara Khaterin,” ujar Hendra Kamarullah, Ketua Bidang Pemuda HIPMI Malut, Senin (28/12/2020).

Menurut Hendra, akibat dari perbuatan Kompol Andik itu korban mengalami luka memar di wajah. Korban sementara dirawat di RS Islam Kota Ternate, di Kelurahan Koloncucu.

“Kompol Andik sebagai penegak hukum mestinya menjadi tauladan bagi semua orang. Bukan justru menjadi pelaku kekerasan terhadap orang. Apalagi korbannya seorang wanita,” kata Hendra.

Baca Juga  Upaya Kudeta Gagal, Demokrat Untung Besar, Apalagi Gantikan Gerindra Jadi Oposisi

Hendra bilang, desakan HIPMI Malut secara institusi ini adalah hasil kesepakatan semua pengurus. Karena itu, mereka berharap Kapolda Malut tidak melindungi Kompol Andik Hermawan dari proses hukum.

“Yang salah tetap salah. Perbuatan kekerasan tidak bisa dibenarkan oleh hukum kita di negeri ini. Kami sangat yakin Kapolda Malut juga penegak hukum yang baik,” tandasnya.

Peristiwa penganiyaan itu terjadi Minggu (27/12/20) sekira pukul 01.00 WIT dini hari bertempat di Kelurahan Moya Kecamatan Ternate Tengah, tepatnya di rumah (kediaman) sang pacar sendiri yakni, Oknum Andik Hermawan.

Desakan yang sama juga datang dari Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Daulat Perempuan Maluku Utara (Daurmala).

Ketua LSM Daurmala, Nurdewa Safar menilai tindak kejahatan penganiayaan yang dilakukan oknum perwira Polisi terhadap Khaterin Febrina Tjan (34) adalah bentuk kejahatan terhadap perempuan yang tidak berprikemanusiaan.

Baca Juga  Menikah Lagi Tanpa Izin Istri, Oknum Pejabat Disdikbud Halsel Bakal Dipolisikan

Untuk itu, LSM Daurmala secara kelembagaan mendesak Kapolda Maluku Utara segera mencopot oknum tersebut dari status kepolisian. Pasalnya dianggap lalai sebagai abdi negara yang seharusnya melindungi serta mengayomi masyarakat.

Lebih lanjut Nurdewa Safar mengatakan, ini merupakan sebuah kejahatan terhadap kaum perempuan. Sebagai abdi negara harusnya mengayomi dan melindungi masyarakat bukan menganiaya. Apalagi tindakan amoril tersebut dilakukan terhadap kaum perempuan.

“Saya minta Kapolda Maluku Utara, segera mencopot pelaku penganiayaan terhadap Khaterin Febrina Tjan. Serta mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Nurdewa Safar.

Nurdewa menegaskan LSM Daurmala akan mengawal kasus penganiayaan itu hingga tuntas. “Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tukasnya. (red/alfian)