“Jika terjadi perang besar-besaran, kami menilai bahwa setidaknya beberapa baterai Iron Dome akan kewalahan,” kata seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya kepada CNN pada Juni lalu.
Dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media tersebut bahwa Israel yakin Iron Dome dapat menjadi rentan, terutama di wilayah utara.
IDF tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Business Insider.
Iron Dome adalah salah satu sistem pertahanan paling canggih yang beroperasi di Israel.
Sistem ini terdiri dari serangkaian 10 baterai bergerak yang dapat digunakan di seluruh Israel.
Setiap baterai Iron Dome terdiri dari tiga hingga empat peluncur yang membawa puluhan rudal pencegat Tamir dan radar sensitif, kata kontraktor Raytheon Technologies.
Serangan yang menjebol Iron Dome dapat memulai siklus kekerasan, dengan AS kemungkinan turun tangan untuk membela Israel dan membalas setiap kehilangan nyawa orang Amerika dalam serangan Hizbullah, kata Wechsler.
Iran kemudian dapat terlibat, karena takut akan kehancuran kelompok proksi yang paling kuat dan penting-nya, dan menggunakan jaringan milisi regionalnya yang besar untuk menyerang pangkalan dan sekutu AS di seluruh wilayah, imbuh Wechsler.