oleh

HMI Cabang Sanana Minta MUI dan BK DPRD Kepulauan Sula Seriusi Kasus Parengkuan

Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana menilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Kepulauan Sula terkesan diam dan saling melempar bola terkait kasus dugaan pemalsuan identitas agama yang dilakukan Verdy Parengkuan, salah satu Anggota DPRD Kepulauan Sula.

Menurut HMI, seharusnya kedua lembaga yang sama-sama memiliki otoritas dalam penyelesaian kasus ini bersinergi dalam melakukan investigasi dan identifikasi untuk lebih tanggap terkait masalah yang sudah menjadi konsumsi publik itu.

Link Banner

Ketua HMI Cabang Sanana, Usman Buamona, kepada media person mengatakan, kasus dugaan pemalsuan identitas agama yang dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, kaders dari partai demokrat saat ini belum punya kepastian hukum yang jelas sementara masyarakat sula terus menunggu hukuman yang selayaknya di terima FR melalui hasil proses MUI dan Badan Kehormatan DPR Kepulauan Sula.

Oleh sebab itu HMI Cabang Sanana meminta kepada MUI dan BK agar segera menggelar rapat bersama untuk mengetahui pasti status hukum yang jelas terkait perbuatan FR selaku DPR Kabupaten Kepulauan Sula.

“Hemat kami untuk menjaga stabilitas politik di Sula menjelang pilkada mendatang, maka kasus dugaan pemalsuan identitas agama agama yang menjadi pembahasan hangat saat ini sudah seharusnya memiliki status yang jelas agar tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang kemudian memanfaatkan kasus ini sebagai isu sara atau politik identitas”, kata Usman. (ifo)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed