Hujan Tiga Hari, Ambon Dikepung Banjir dan Tanah Longsor

oleh -100 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat hingga malam tadi menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Ambon dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Kawasan terparah terendam banjir adalah permukiman padat penduduk di Desa Batu Merah, seperti Batu Merah Asrama, gang Banjo, RT 002/RW 016 kampung Rinjani Kelurahan Waihoka, Gang Cokro Desa Waiheru, Desa Passo.

Selain itu, banjir juga terjadi di Wailela, kawasan Diponegoro serta jalan protokol A.Y Patty Ambon.

Di Kelurahan Waihoka dan Desa Batu Merah, banjir menggenangi rumah-rumah warga setinggi pinggang orang dewasa. Banjir yang menggenangi permukiman warga ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIT.

Aron Nahuwae, seorang warga RT 03/RW 04, Kelurahan Waihoka mengatakan banjir yang menggenangi rumahnya itu berasal dari luapan sungai Ahuru. Luapan air sungai ini terjadi karena sungai tidak mampu menampung debit air bila datang musim penghujan. Luapan air sungai Ahuru menabrak talud pembatas sungai, dan masuk ke permukiman warga.

Baca Juga  Timnas Belanda Terpukau dengan Dukungan Warga Ambon di Euro 2020

Selain karena luapan sungai, kata Aron banjir yang menggenangi mereka terjadi akibat badan sungai Ahuru sudah ditutupi oleh material pasir dan batu akibat proyek pengerjaan DAS oleh Balai Sungai, Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar, mereka bisa mengeruk sungai ini agar saat musim penghujan tidak lagi masuk ke permukiman kami. Sungai itu sekarang sudah mulai sejajar dengan talud akibat tertutup material pasir dan juga tanah,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah segera menindaklanjuti permintaan mereka, agar kedepan bisa langsung mengeruk material di dalam sungai.

Selain Kelurahan Waihoka, banjir juga merendam permukiman warga di kawasan Batu Merah Asrama TNI. Air merendam permukiman warga setinggi pinggang orang dewasa. Banjir di lokasi ini juga berasal dari luapan sungai Way Batu Merah, yang hulunya berasal dari sungai Ahuru.

Baca Juga  Profil Syeikh Baleelah yang Diserang Saat Jadi Khatib di Masjidil Haram

Kawasan Batu Merah asrama merupakan langganan banjir jika datangnya musim hujan. Akibat banjir, sebagian warga harus mengungsi ke tempat aman, seperti masjid, sekolah, dan juga rumah kerabat mereka yang aman.

“Banjir masuk di rumah sekitar jam 10 malam dan langsung katong (kita) mengungsi ke masjid ini,” kata mama Pat, warga Kawasan Batu Merah Asrama, Desa Batu Merah.

Bagi mama Pat, banjir telah menjadi langganan bagi ia dan warga di permukiman Kawasan Batu Merah Asrama, jika terjadi hujan lebat. Ia berharap agar pemerintah bisa mencari solusi yang terbaik bagi mereka.

Selain banjir yang mengepung pemukiman warga, bencana lainnya yang terjadi adalah longsor dan pohon tumbang. Selain itu, luapan sungai juga menggerus tanah hingga sebagian badan jembatan roboh. 

Baca Juga  Wagub Maluku: Nilai Pancasila Ada di Dalam Nilai Adat

Di Kawasan Batu Koneng, tebing yang longsor menimbun enam buah kios pedagang buah sekitar pukul 21.00 WIT. Sementara di Hative Besar, longsor menyebabkan jalan utama menuju Bandara Pattimura terputus.

Sebuah rumah di dekat sungai air besar Halong juga ikut longsor dan ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Dikhatirkan jembatan penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan Baguala ke pusat Kota Ambon ini akan ambruk jika hujan terus mengguyur.

Hingga berita ini kami tanyang, belum diketahui data jumlah bencana dan nilai kerusakan yang terjadi di Kota Ambon akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut.

(red/viva)

No More Posts Available.

No more pages to load.