Humor 3 Polisi Jujur: Dulu Bikin Warga Sanana Masuk Polres, Kini Dipakai Kapolri

oleh -291 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengutip candaan Gus Dur soal ‘3 polisi jujur’. Humor itu memang satire. Dulu humor itu sempat bikin seorang warga dipanggil polisi dan menuai kontroversi.

Peristiwa pemanggilan seorang warga gara-gara mengutip humor Gus Dur itu terjadi pada 16 Juni 2020. Seorang pria di Kepulauan Sula, Maluku Utara, berinisial IS dipanggil Polres Kepulauan Sula setelah mengunggah tulisan soal tiga polisi jujur di Facebook.

“Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng,” demikian bunyi humor yang diposting IS di akun Facebook-nya.

Kapolres Kepulauan Sula saat itu, AKBP Muhammad Irvan, menjelaskan IS dimintai klarifikasi supaya jelas apakah IS punya niat jahat atau tidak. IS disuruh minta maaf dan diliput wartawan yang sudah diundang polisi. Setelah itu, IS dipulangkan.

“Yang bersangkutan kita tanyakan mens rea-nya apa, apakah dia mau bilang di Polri tidak ada polisi jujur apa bagaimana, dia hanya mengutip saja, nggak ada maksud apa-apa. Ya sudah, kita balikin. Dia intinya kalau polisi ada yang tersinggung dia katakan tidak ada maksud menghina organisasi Polri,” ujar Muhammad Irvan, 17 Juni 2020.

Baca Juga  Dampak buruk medsos, Korem gelar sosialisasi ke SMA Kartika

“Dia sudah minta maaf, kita maafkanlah,” ujar Irvan.

Dengan cepat, kabar dari Kepulauan Sula menuai sorotan nasional. Anggota DPR, Ombudsman, hingga keluarga Gus Dur mengkritik sikap polisi. Bahkan Polri sendiri menilai Polres Sula terlalu reaktif menanggapi ekspresi warga di media sosial.

“Tentunya pelajaran yang dapat dipetik untuk Polres Sula dan jajaran lainnya, jangan terlalu reaktif terhadap apa yang diposting di media sosial. Harus pahami betul konteksnya,” kata Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Argo Yuwono, saat dihubungi detikcom, 19 Juni 2020.

Kini, humor Gus Dur itu dikutip Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengutip humor satire dari Presiden ke-4 RI itu. Humor ini dia sisipkan untuk menyampaikan pesan pentingnya nilai kejujuran, seperti kejujuran yang dipunyai Halimah, petugas cleaning service Bandara Soekarno-Hatta, yang mengembalikan dompet dan cek Rp 35,9 miliar milik penumpang yang tercecer.

Baca Juga  Kapolri Resmikan Aplikasi SIM Presisi Nasional, Perpanjang SIM Bisa dari Rumah

“Polri sendiri memiliki sosok Jenderal Hoegeng yang terkenal dengan kejujuran dan integritasnya dalam bertugas. Namun munculnya humor tentang ‘Cuma ada 3 polisi jujur di Indonesia, yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng’ seakan telah melegitimasi bahwa sangat sulit mencari polisi jujur dan berintegritas di negeri kita,” tulis Jenderal Listyo Sigit Prabowo lewat akun Instagramnya, Jumat (5/11) kemarin.

Humor itu menjadi tantangan demi perubahan citra Polri di masyarakat menjadi citra yang lebih baik. Jenderal Sigit optimistis dapat mengubah citra polisi di masyarakat. Sudah ada beberapa potret personel Polri yang layak dijadikan panutan, dan mereka semua jujur.

Ada Aipda Muji di Balikpapan yang menemukan dan mengembalikan tas berisi uang Rp 48 juta ke pemiliknya tanpa mau menerima imbalan. Ada juga Aiptu Jailani di Gresik, yang dikenal tegas dan antisuap terhadap pelanggar lalu lintas.

Ada pula Brigadir Suladi di Malang yang lebih memilih jadi pengepul sampah untuk mendapat penghasilan tambahan daripada menerima suap. Ada Bripka Ali Nur Suwandi di Yogyakarta yang mendirikan rumah singgah, masjid, dan pesantren Tahfiz Al-Qur’an gratis bagi anak yatim dan kurang mampu. Dia juga aktif membina pemulung dan keluarga napiter di Yogyakarta.

Baca Juga  Tatyana Demyanova, Pevoli Asal Kazakhstan yang Kerap Tampil Seksi

Ada Brigadir Piether Paembonan di Mamuju, yang menyekolahkan 178 anak putus sekolah. Sementara itu, di Bali ada Aiptu I Nyoman Ardana yang mengumpulkan buku bekas dan membuat program Baca Keliling.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Istimewa)

Selain itu, di Musi Banyuasin ada Bripka Chandra yang membantu mengajar di SDN Kepayang. Ada pula Iptu Khusnul Khotimah di Jakarta yang sukarela membantu pemulasaraan jenazah COVID-19.

“Di luar sana, saya yakin masih banyak figur anggota Polri jujur dan berintegritas yang mampu menginspirasi personel lainnya,” ujar Sigit.

“Polri akan terus berbenah untuk menjadi Polri yang diharapkan dan dicintai masyarakat,” sambungnya.

(red/detikcom)

No More Posts Available.

No more pages to load.