Huwae bantah tak ada dana aspirasi dalam APBD

oleh -97 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Ketua DPRD Maluku, membantah adanya dana aspirasi yang tertuang dalam APBD Maluku, sebagaimana yang diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw,SH sebelumnya.

Hal ini ditegaskannya, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, via sambungan telepon selular, Jumat (18/5) malam.

”Apa dasar laporan ini? Dasar laporan ini saya punya bukti rekaman bahwa dia menyatakan punya dana aspirasi sebesar 32,5 milyar yang disampaikan tadi malam. Yang kedua sebagai Ketua DPRD, saya pastikan tidak ada yang namanya dana aspirasi. Yang ada, itu adalah perjuangan aspirasi masing-masing anggota DPRD terhadap usulan masyarakat. Saya kira, itu tanggungjawab dan kewajiban sebagai anggota DPRD,” ujarnya.

Menurutnya, jika diperiksa oleh penyidik kepolisian, maka dirinya bisa mengungkapkan duduk perkara sebenarnya.

Link Banner

”Kalau yang namanya dana aspirasi itu tidak ada. Oleh karena itu, saya punya tanda bukti lapor dan saya akan mintakan agar saya segera diperiksa oleh penyidik untuk saya bisa memberikan keterangan. Dan menyampaikan bukti rekaman yang saya punya untuk menjadi bahan bagi penyidikan polisi ke depan. Ada banyak bukti yang akan saya sampaikan, tapi yang paling pasti, ada pengakuan dari yang bersangkutan tadi malam yang saya sudah rekam menyatakan bahwa dia sudah punya dana aspirasi sebesar 32,5 milyar,” jelasnya.

Baca Juga  Seniman Sula Bikin Lagu untuk Korban Gempa di Halsel

Dijelaskannya, dalam tata kelola keuangan daerah, khususnya penyusunan APBD, tidak ada perumusan dana aspirasi oleh DPRD Maluku.

”Dan darimana dia (Rahakbauw-red) dapat itu? Setahu saya, dana APBD tidak ada yang namanya dana aspirasi. Ada bukti dia membuat banyak hal. Nanti kita secara internal, tahap penyidikan dulu, baru kita ajukan bukti bahwa apa yang dia lakukan selama ini. Ini tanggungjawab saya, tanggung jawab untuk mendorong tata kelola pemerintahan daerah, tata kelola keuangan secara baik, tanggungjawab saya sebagai Ketua DPRD Maluku. Agar supaya kedepan semua lebih baik dan saya yang bertanggung jawab atas lembaga itu. Kalau mengatasnamakan lembaga ini keluar dan dipermalukan, saya yang malu pertama,” tegasnya.

Ditegaskannya, dengan adanya laporan kepolisian kepada yang bersangkutan, memberikan pelajaran kepada warga Maluku, khususnya anggota DPRD Maluku itu sendiri, untuk tidak sembarangan mengatasnamakan kelembagaan dalam hal penganggaran keuangan daerah.

Baca Juga  Usai Apel Gelar Ops Lilin Kieraha 2019, Polres Halsel Musnahkan Ribuan Botol Miras

”Oleh karena itu, insiatif saya ini harus diselesaikan secara hukum, supaya jangan ada fitnah. Kejadiannya bersamaan, kemarin saya melapor saudara Richard Rahakbauw dengan 2 laporan polisi. Laporan polisi pertama untuk Bagian Krimum Polda Maluku dan yang kedua pada Bagian Krimsus Polda Maluku, karena berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang masuk dalam rana kriminal khusus. Pencemaran secara lisan, saya sudah laporkan dan dimintai keterangan. Mudah-mudahan, besok atau lusa saya dimintai keterangan berkaitan dengan dugaan korupsi 32,5 milyar. Pencemaran banyak saksi, tadi malam banyak orang yang melihat. Dan banyak juga yang ingin menjadi saksi,” pungkasnya. (keket)