I Care A Lot: Kisah Amoral yang Seru!

oleh -10 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Bersiaplah untuk terkejut sekaligus tertawa menyaksikan I Care A Lot. Ditulis oleh J Blakeson yang pernah memberi kita The Disapperance of Alice Creed (sangat menarik) dan The 5th Wave (membosankan), I Care A Lot adalah bukti bahwa Blakeson kembali muncul untuk membuktikan bahwa dia adalah pembuat film yang tahu apa yang sedang bicarakan.

I Care A Lot tidak hanya enak untuk ditonton tapi juga berhasil memancing emosi penonton, setidaknya emosi saya. Tokoh utamanya adalah Marla Grayson (Rosamund Pike), seseorang perempuan yang hidupnya dikendalikan ambisi untuk menjadi sukses.

Marla menggunakan segala cara untuk bisa berada di puncak rantai makanan. Marla membenci orang-orang sukses yang mendapatkan segalanya melalui silver platter atau warisan dari orang tua.

Menurutnya hidup tidak adil karena dia harus mencapai kesuksesan dengan struggling. Struggling versi Marla adalah menipu orang-orang tua yang berduit agar mereka bisa masuk panti
jompo. Marla yang sangat ahli berbicara bisa meyakinkan pemerintah agar orang tua tersebut perlu dimasukkan panti jompo kemudian Marla akan menguasai harta kekayaan mereka.

Rumah mereka akan dijual, harta-harta lainnya akan dilelang dan semuanya akan mengalir ke rekening Marla dan rekan-rekannya.

Baca Juga  NTP Subsektor Tanaman Pangan Maluku Alami Penurunan

Bagaimana dengan si orang tua malang tersebut? Bukankah mereka bisa minta pertolongan kepada anak atau saudara mereka untuk meyakinkan bahwa mereka baik-baik saja? Oh, Marla bersama partnernya Fran (Eiza Gonzales) punya cara sendiri untuk membuat mereka terpenjara. Intinya, semua modus operandi yang dilakukan oleh Marla begitu berhasil sehingga tembok di dinding kantornya dipenuhi dengan wajah-wajah korban yang malang.

I Care a LotI Care a Lot Foto: (dok. Netflix)

Kemudian I Care A Lot menjadi sebuah film yang sangat menarik ketika Marla menemukan Jennifer Peterson (Dianne Wiest). Jennifer kelihatannya sangat harmless dan di atas kertas dia sangat kaya raya.

Rumahnya berada di lokasi elit dan dia tinggal sendirian. Jennifer sangat sempurna untuk menjadi korban Marla berikutnya. Dan ketika Marla bersama Fran menemukan bahwa Jennifer lebih kaya dari yang mereka pikir, Jennifer yang dalam keadaan terbius mengatakan bahwa laki-laki akan segera mencarinya dan menghabisinya. Marla segera akan menemukan kenyataan bahwa Jennifer bukan orang sembarangan dan kini dia harus menghadapi hiu yang bisa saja menghabisi hidupnya.

Baca Juga  Tolak Eksploitasi Danau Rana, Masyarakat Adat Pulau Buru Demo di Kantor Gebernur Maluku

I Care A Lot adalah jenis film yang membutuhkan aktor yang begitu bagus untuk menjual premisnya. Beruntunglah J Blakeson menggunakan Rosamund Pike sebagai kendaraannya karena tanpa penampilannya yang memikat film ini mungkin tidak akan seberhasil ini.

Bagi Anda yang sudah menonton Pike dalam Gone Girl pasti sudah tahu apa yang bisa ia lakukan. Dan Marla Grayson adalah sebuah peran yang sangat berisi sehingga begitu Pike menggigitnya penonton hanya bisa duduk tenang dan menikmatinya. Tidak ada satu pun adegan yang membosankan di tangannya.

Ekspresi wajahnya sederhana tapi kita bisa melihat semua emosi disana. Penuh keserakahan, penuh kepuasan, penuh ambisi.

Sebagai orang Inggris, Pike begitu lancar menyampaikan dialog dalam dialek Amerika. Yang juga membuat Pike begitu menohok adalah caranya mengucapkan dialog. Contohnya seperti pertemuannya dengan Dean Ericson (Chris Messina), seorang pengacara yang diutus untuk menyelesaikan masalah.

I Care a LotI Care a Lot Foto: (dok. Netflix)

Pike tahu kalimat mana yang harus digarisbawahi untuk menunjukkan betapa gelap karakternya. Saking berhasilnya Pike memerankan Marla penonton pasti akan dibuat resah karena kita diajak untuk mendukung Marla tindakan-tindakan kriminal ini.

Baca Juga  Kapolda & Sekda Provinsi Maluku Kunjungi Pasein Covid-19 di RSUD Tulehu

Secara plot I Care A Lot sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang baru. Tapi penyutradaraan dan penulisan skrip Blakeson sangat optimal. Tidak ada basa-basi. Semuanya tepat sasaran. Dari departemen casting, sinematografi, musik, make-up dan wardrobe semuanya sesuai dengan visi filmnya.

Perhatikan bagaimana rambut Marla yang terlihat lurus tanpa cacat ketika dia harus berbicara di depan publik. Perhatikan bagaimana caranya berdiri ketika dia berbicara dengan calon korban dan bandingkan ketika Marla sendirian dengan pacarnya di apartemen.

I Care a LotI Care a Lot Foto: (dok. Netflix)

Dengan paduan komedi, thriller dan sedikit aksi, I Care A Lot akhirnya menjadi sebuah suguhan yang benar-benar melenakan. Durasi dua jam bergerak dengan cepat. Dia tidak menyisakan banyak waktu untuk penonton berkontemplasi.

Kita diajak untuk benar-benar terjun langsung dengan semua kebobrokan Marla yang saking serunya membuat kita berharap dia menang padahal dia adalah tokoh brengseknya. Sungguh sebuah pengalaman sinematik yang mengasyikkan dan wajib ditonton.

(red/dtc)