Idul Fitri, BI prediksikan outflow sebesar Rp 845 milyar

oleh -45 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Menjelang menjelang Idul Fitri 1440H, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) untuk masyarakat dan perbankan di Kota Ambon periode Ramadhan dan Idul Fitri 2019 sebesar Rp844.6 milyar.

Proyeklsi ini meningkat sebesar Rp 121,7 milyar atau 16,84%, jika dibandingkan dengan realisasi outflow periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun sebelumnya.

Hal ini ditegaskan Ketua Tim Kantor BI Perwakilan Maluku, Teguh Triyono, di Ambon, beberapa hari lalu.

Mengantisipasi kebutuhan libur panjang serta kenaikan gaji dan pembayaran THR ASN maupun pegawai swasta, akunya, pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan uang layak edar sebesar Rp 1,03 trilyun.

Dimana, uang ini terdiri dari Uang Pecahan Besar/UPB (pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu) sebesar Rp 977,6 milyar dan Uang Pecahan Kecil/UPK (pecahan Rp 20 ribu ke bawah) sebesar Rp 60,4 milyar.

Baca Juga  5 Pemain Muda Bertalenta di Premier League yang Kerap Dilupakan

Persediaan uang ini dinilai sangat mencukupi dalam memenuhi proyeksi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Lebaran 1440 H, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan.

Diakuinya, pihaknya juga telah bekerja sama dengan 21 bank umum di Kota Ambon untuk  siap melayani penukaran uang setiap hari.

Sepanjang dibutuhkan, jelasnya, pihaknya juga beroperasi sesuai jam layanan operasional ditambah dengan kegiatan kas keliling dalam kota.

Untuk itu, tegasnya, pihaknya juga telah mempersiapkan ketersediaan uang layak edar melalui 3 lokasi Kas Titipan Bank Indonesia di Namlea, Saumlaki dan Fak-fak.

Diijelaskannya, pihaknya juga sedang menjalin kerjasama dengan BPD Maluku-Malut dan juga bank umum untuk melakukan penukaran yang layak edar kepada masyarakat di kecamatan-kecamatan, yakni di Masohi, Namrole, Bula dan Geser.

Baca Juga  Gema Takbir Warnai Unjuk Rasa HMI dan Warga Pohea

Tak lupa, jelasnya pihaknya juga menggelar kegiatan Kas Keliling bekerja sama dengan 7 bank umum menjangkau 12 titik di Kota Ambon secara bergiliran sejak tanggal 15 hingga 29 Mei nanti.

Adapun lokasi Kas Keliling dimaksud, akunya, yakni di Kantor Gubernur Maluku, Pasar Mardika, Gedung Keuangan Negara, Kantor Walikota Ambon, Lantamal XI Ambon, Polda Maluku, Ambon Plaza, Masjid Raya Al Fatah, Gong Perdamaian, Kebun Cengkeh, Wayame dan Passo.

Dijelaskannya, dalam rangka mengantisipasi peredaran uang palsu, pihaknya senantiasa melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan slogan 3D (Dilihat. Diraba, Diterawang), serta cara Merawat Rupiah dengan 5 Jangan (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi) hingga ke tingkat kecamatan.

Baca Juga  Jadi Penentu Kemenangan Liverpool, Diogo Jota Ungkap 'Mantra' Juergen Klopp

”Selain itu, Bank Indonesia juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak perbankan dan Polda Maluku dalam hal ditemukannya uang palsu di Provinsi Maluku. Tahun ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku berupaya untuk memadukan layanan pembayaran tunai dan non tunai dalam rangka mewujudkan less-cash society. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pengusaha ritel agar semakin sering menggunakan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) terutama uang elektronik sebagai alternatif melakukan transaksi selain dengan uang kertas dan uang logam,” pungkasnya. (lely)