Ikut Bela Negara, Mahasiswa Dapat Uang Saku Tapi Dilarang Demo

oleh -283 views

Porostimur.com | Jakarta: Kementerian Pertahanan menegaskan mahasiswa yang lolos pelatihan bela negara dan menjadi bagian komponen cadangan (komcad) akan dilarang untuk ikut berdemonstrasi mengkritik pemerintah.

Namun menurut Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan Bondan Tiara Sofyan, komponen cadangan dari unsur mahasiswa ini dibantah sebagai upaya menghadirkan militerisme di kampus.

“Mahasiswa kami jadikan sumber paling potensial dalam program ini karena mereka sudah terlatih dan terdidik, di mana status ini hanya dinikmati 9 persen penduduk Indonesia,” kata Bondan seperti melansir gatra.com.

Selain harus lulus syarat administrasi dan fisik, peserta bela negara bisa diterima lewat jalur potensi khusus seperti punya keahlian teknologi informasi. Bondan menjelaskan, usai menempuh pendidikan tiga bulan, peserta akan kembali ke kampus dan beraktivitas seperti biasa.

Anggota resimen mahasiswa atau menwa yang ikut program ini akan diwajibkan bermarkas dan melapor ke Kodam.

“Mereka juga tidak diperkenankan memakai seragam jika tidak ada kegiatan aktif. Tapi yang paling penting mahasiswa yang menjadi bagian komcad dilarang ikut berdemo. Apalagi demo yang menyerang pemerintah. Mereka sudah seperti TNI maupun Polri serta mendapatkan uang saku,” katanya.