Ina Mollucas Watch Gelar Kelas Perempuan Sadar Hukum di Tual

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Tual: Komunitas pemerhati keamanan dan kesejahteraan perempuan maluku di ruang publik, Ina Mollucas Watch membuat kegiatan Kelas Perempuan Sadar Hukum di Kota Tual, Maluku.

Ini merupakan kali pertama Ina Mollucas Watch melakukan kelas edukasi di Kota Tual, setelah beberapa kali mengadvokasi masalah di Kota Ambon.

Adapun lokasi kegiatan bertempat di Taman Kota Tual, pukul 15-18 WIT, Ahad (25/7/2021) dan direncakan akan berlangsung di tempat yang sama setiap pekan dengan tema yang berbeda, tentunya seputaran hukum.

Materi yang dibahas pada kelas kali ini adalah terkait dengan “Realitas Penegakan Tindak Pidana Korupsi”

Vera Renfaan selaku Bidang Edukasi memaparkan terkait dengan sejumlah kasus korupsi yang terjadi di lingkup nasional, seperti Bansos Covid-19, BLBI, Jiwasraya dan beberapa kasus korupsi yang terjadi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, data yang diperoleh merupakan hasil penelitian skripnya pada 2019 silam.

Baca Juga  Ketua dan Satu Anggota DPRD Maluku Utara Positif Covid-19

Sementara Istia Gani Renleeuw, bidang advokasi memaparkan terkait dengan modus operandi dalam Tindak Pidana Korupsi dan pentingnya peran perempuan dalam mengkaji dan mengkritisi isu-isu strategis baik nasional maupun lokal, terutama isu-isu hukum yang lebih spesifiknya adalah korupsi itu sendiri.

Setelah pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sharing terkait kasus-kasus korupsi yang diikuti perkembangannya oleh peserta diskusi dan praktik-praktik korupsi yang terjadi di lingkungan sekitar masing-masing.

Adapun peserta juga diasah kemampuannya untuk menulis seputar kasus-kasus korupsi yang dipaparkan kepada mereka. Dan hal ini akan tetap rutin dilakukan pada diskusi-diskusi yang akan datang.

Pada akhir diskusi Vera Menutup dengan “Bungkam presepsi orang lain tentang kebodohan dan ketidaktahuan kita dengan meninggikan kwalitas diri”

Baca Juga  DPRD Sultra Sepakat Tolak Kedatangan 500 TKA China

Sementara Istia menutup dengan, “Bentuk perlawanan yang paling elegan dan rasional adalah dengan belajar”. (nur)