Indobarometer Ungkap 53,8 Warga Indonesia Tak Puas Dengan Cara Jokowi Atasi Corona

oleh -69 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sebanyak 53,8 persen masyrakat Indonesia tidak puas dengan cara pemerintahan¬†Joko Widodo-Ma’ruf Amin¬†mengatasi pandemi corona.

Hal ini diungkap Indobarometer yang baru saja merilis survei terkait kinerja pemerintah dalam menangani pandemi corona (COVID-19).

Sebagai rincian, 53,8 persen yang tidak puas tersebut terdiri dari 48,5 persen yang tidak puas dan 5,3 persen yang tidak puas sama sekali. Sedangkan sisanya adalah 43,9 persen merasa puas dan 2 persen sangat puas.

Adapun mayoritas penduduk Indonesia tidak puas dengan langkah-langkah Jokowi karena berbagai alasan. Alasan yang pertama dan paling besar adalah kebijakan Jokowi dinilai tidak konsisten.

“Alasan kedua, pemerintah dianggap lambat dalam mendistribusikan bantuan sosial. Ketiga, data penerima bantuan juga tidak akurat,” ungkap Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qodari.

Baca Juga  DPD II Partai Golkar Buru Dukung Ramli Umasugi Maju Pilgub Maluku

“Kemudian alasan keempat masyarakat menilai penanganan secara umum lambat”, imbuhnya seperti dilansir porostimur.com dari Kumparan, Rabu (27/5/2020).

Selain itu, masyarakat juga tidak puas karena kebijakan pemerintah dengan pembantunya kerap berbeda. Lalu ada pula yang menilai bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi corona ini tidak serius.

Di sisi lain, Indobarometer juga menjelaskan alasan 45,9 persen masyarakat merasa puas dengan penanganan Jokowi. Survei tersebut menyatakan bahwa sebanyak 31,1 persen warga puas karena merasa penanganan PSBB sudah baik.

Kemudian alasan kedua adalah Jokowi dinilai sudah cepat tanggap dalam menangani pandemi corona. “Kemudian, alasan lain mereka melihat mulai banyak yang sembuh. Ada pula yang menilai kebijakan PSBB sudah tepat dan terlihat kerja nyata,” lanjut Qodari.

Baca Juga  PT. NHM Bagikan APD Penanganan Covid-19 di Halbar

Dari survei ini, Indobarometer pun memberikan rekomendasi kepada Jokowi. Sang Presiden disarankan untuk mengubah kinerja dalam penanganan wabah COVID-19 karena mayoritas warga merasa tidak puas.

“Khususnya bila terkait masalah pengangguran dan kemiskinan. Dua masalah pokok terlihat benang merahnya dari jawaban responden yang tidak puas, yakni soal bantuan sosial dan kebijakan yang tidak konsisten,” pungkas Qodari. “Ini harus diperbaiki.” (red/rtm/kump)