Indonesia Dikepung Covid-19 yang Lebih Ganas, Mutasi Virus Corona Terdeteksi di Asia Tenggara

oleh -80 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Indonesia dikepung Covid-19 yang lebih ganas, mutasi Virus Corona sudah terdeteksi di negara tetangga, Malaysia, Singapura, Filipina dan Myanmar.

Kabar mengejutkan datang dari sejumlah negara tetangga di Indonesia yang terdeteksi mutasi Virus Corona baru.

Disebut-sebut mutasi Virus Corona baru ini lebih ganas dari covid-19 yang pertama kali muncul di Wuhan.

Kabar tersebut hendaknya membuat Indonesia waspada, lantaran saat ini telah dikepung mutasi Virus Corona.

Link Banner

Nama Virus Corona yang bermutasi dan sangat menular itu, yakni D614G.

Sementara itu, Kasus Virus Corona (covid-19 ) di Indonesia kembali bertambah pada Sabtu (22/8/2020).

Hingga Sabtu (22/8/2020) sore, terdapat penambahan sebanyak 2.090 kasus.

Total kasus Virus Corona di Indonesia per hari ini mencapai angka 151.498, seperti dilansir dari laman kemkes.go.id.

Pemerintah mengumumkan penambahan pasien sembuh ada 2.207, total ada 105.198 orang dinyatakan sembuh.

Sedangkan untuk pasien yang meninggal dunia ada 94 orang, sehingga total menjadi 6.594 orang.

Mutasi Virus Corona yang juga disebut mutasi “G” atau D614G adalah variasi dari galur asli Virus Corona yang pertama kali terdeteksi di Wuhan pada Desember tahun lalu.

“Karena varian ini telah beredar secara global, maka bisa ada di negara mana pun,” kata Dr Sebastian Maurer-Stroh, Wakil Direktur Eksekutif Penelitian Agency for Science, Technology, and Research (A*STAR) Singapura.

Baca Juga  TNI/Polri Kembali Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 di Pulau Haruku

“Dan, setiap negara dengan pengawasan aktif telah mendeteksinya, terutama terkait dengan kasus impor dari pelancong,” ungkap dia kepada Channel News Asia.

Berikut empat negara anggota ASEAN yang mendeteksi Virus Corona yang lebih menular:

Malaysia

Mutasi Virus Corona baru yang 10 kali lebih menular terdeteksi di Malaysia. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah mengatakan, masyarakat harus lebih berhati-hati, setelah mutasi D614G terdeteksi.

“Ditemukan ( Virus Corona ) 10 kali lebih mudah untuk menginfeksi orang lain dan lebih mudah menyebar, jika disebarkan oleh individu penyebar super,” kata Noor Hisham dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya, Minggu (16/8/2020), seperti dikutip Channel News Asia.

Mutasi tersebut terdeteksi oleh Malaysian Institute for Medical Research, sebagai hasil dari uji isolasi dan kultur pada tiga kasus dari kluster Sivagangga dan satu kasus dari kluster Ulu Tiram.

“Sejauh ini, kedua kluster ini terkendali sebagai bagian dari tindakan kontrol kesehatan masyarakat yang cepat,” ujar Noor Hisham.

“Tes awal ini dan beberapa tes lanjutan sedang dilakukan untuk menguji beberapa kasus lain, termasuk kasus indeks untuk dua kluster”.

Filipina

Baca Juga  Daftar Antrian Haji di Malut Rata-Rata 16 Tahun

Sehari setelah Malaysia, Flipina melaporkan D614G terdeteksi di Kota Quezon, rumah bagi sekitar 2,9 juta orang.

Kota ini memiliki lebih dari 8.000 kasus covid-19, penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona.

Wakil Menteri Kesehatan Filipina Maria Rosario Vergeire mengatakan pada Senin (17/8/2020), Philippine Genome Center dalam buletin Agustus mengungkapkan, D614G ditemukan dalam sembilan sampel yang dikumpulkan secara acak di Quezon.

“Kami masih membutuhkan banyak bukti. Studi ini dipusatkan dan difokuskan di Kota Quezon.

Ini mungkin bukan sampel yang representatif untuk seluruh negara,” katanya seperti dilansir The Strait Times.

Singapura

Pasca Malaysia dan Flipina, giliran Singapura yang melaporkan keberadaan mutasi D614G di negaranya.

Paul Tambyah, konsultan senior di National University of Singapore dan Presiden International Society of Infectious Diseases yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan kepada Reuters, mutasi D614G juga terdeteksi di Singapura.

Bahkan, Dr Maurer-Stroh, Selasa (18/8/2020), mengungkapkan, mutasi D614G telah terdeteksi sejak akhir Februari lalu.

Namun, tindakan penahanan berhasil “mencegah penyebaran skala besar” dari mutasi Virus Corona tersebut di negeri Merlion.

“Saat wabah berkembang dari waktu ke waktu dan lebih banyak data tersedia, varian baru akan muncul.

Baca Juga  Enam Hari Pasca Gempa, Warga Dusun Uhe SBB Tidak Terurus di Pengungsian

Ini adalah bagian dari evolusi alami virus yang biasanya tidak terkait dengan perbedaan dalam virulensi,” sebut Dr Maurer-Stroh.

Myanmar

Setelah muncul wabah Virus Corona baru yang lebih menular dari yang sebelumnya terlihat di negaranya, Myanmar telah mengunci ibu kota Negara Bagian Rakhine.

Sebanyak 19 orang positif terkena Virus Corona di wilayah Barat Myanmar itu sejak Senin (17/8/2020).

Ini merupakan penularan lokal pertama di Myanmar dalam beberapa bulan terakhir, sehingga total kasus menjadi 409.

Myat Htut Nyunt, Wakil Direktur Departemen Penelitian Medis Myanmar, mengatakan, jenis virus itu sama dengan mutasi yang terdeteksi awal pekan ini di Malaysia, yang telah ditemukan di Eropa, Amerika Utara, dan beberapa bagian Asia, serta lebih menular.

“Jadi, kami ingin memberi tahu orang-orang bahwa virus jenis ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat,” kata Nyunt, Jumat (21/8/2020), seperti dikutip Reuters.

Sebagian besar kasus baru-baru ini terjadi di Kota Sittwe.

Pemerintah setempat telah mengeluarkan perintah tinggal di rumah dan memberlakukan jam malam. Maskapai domestik menangguhkan layanan antara Sittwe dan Yangon. (red/rtm/tribunnews)