Indonesia Segera Punya Museum Rasulullah

oleh -119 views
Link Banner

@porostimur.com | Jakarta: Indonesia adalah salah satu negara yang dipilih oleh Raja Salman bin Abdulaziz, serta Dewan Islam Dunia sebagai salah satu lokasi pendirian Museum Rasulullah.

Museum modern ini kelak akan menjadi tujuan wisata yang terbuka untuk umum. Isinya, berupa kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW, dari kelahiran hingga kematiannya, sampai ke detail kecil seperti jenis sisir, pakaian yang dikenakan dalam pertempuran, makanan serta obat-obatan yang diminumnya.

Museum juga akan menayangkan film interaktif 3D tentang rumah Nabi SAW, diorama digital kota Makkah dan Madinah pada zaman Nabi, dan sebagainya.

Segenap isi museum nantinya berasal dari Museum Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy, Arab Saudi

Link Banner

Pimpinan Museum Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy dari Arab Saudi,

Baca Juga  Soal Anggaran Penanganan Covid 19, Kadis BPMD dan Kepala Desa Wai Ina Berbeda

Abdullah Nasir Al-Qarni mengatakan pihaknya akan membangun museum sejarah Nabi Muhammad di Indonesia.

Nasir mengungkapkan setidaknya ada 25 negara di dunia yang direncanakan akan dibangun museum sejarah Nabi Muhammad oleh Yayasan As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy.

Hal itu dikatakan Nasir saat bertemu dengan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin di Kantor PP DMI, Jalan Jenggala I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/).

Nasir mengatakan Indonesia merupakan negara yang akan lebih dahulu dibangun museum sejarah Nabi Muhammad dari 25 negara yang direncanakan oleh pihaknya.

“Indonesia adalah negara pertama yang akan di bangun museum ini,” tutur Nasir.

Nasir menjelaskan hal-hal yang akan ditampilkan pada museum tersebut yakni terkait perjalanan dan sejarah Rasulullah SAW yang telah diriwayatkan dalam sebuah karya tulis.

Baca Juga  Pemerintah dan DPRD Halbar Sepakati Plafon KUA PPAS 2020

Adapun, kata Nasir, dalam museum sejarah Nabi Muhammad nanti akan ditampilkan lebih kepada wujud visual digital maupun benda.

Misalanya, kata Nasir, miniatur Mekkah dan Madinah sampai hal detil seperti Ka’bah.

“Semua yang ada dalam masa Rasulullah akan ada di museum ini. Jadi masyarakat bisa melihat, bentuknya, ukurannya sama persis seperti ketika zaman Rasulullah,” ungkapnya.

“Kalau luasnya memungkinkan, benda-benda miniatur ini bukan saja di dalam ruangan, tapi di luar ruangan seakan-akan kita berjalan mengelilingi itu, menikmati dan merasakan suasana ketika zaman Rasulullah SAW,” imbuhnya.

Ada dua pilihan lokasi museum: di kawasan Cimanggis, Depok, berdampingan dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang sedang dibangun, dan di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur.

Baca Juga  Rudenim Manado Deportasi 8 WNA Pakai Kapal Philipina Navy

Delegasi Museum Rasulullah dari Arab Saudi telah berkunjung ke Cimanggis, dan hari ini rencananya akan meninjau kawasan Taman Mini. (red/suara)

.