Ingin Koperasi Sehat dan Mandiri, Pemkot Gelar Bimtek Pengawasan

@Porostimur.com | Ambon : Guna mendorong koperasi di Kota Ambon yang semakin kuat, sehat dan mandiri, Pemerintah Kota Ambon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Koperasi, di Ambon, penghujung pekan kemarin, Kamis (28/11) hingga Sabtu (30/11).

Bimtek ini melibatkan narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ditjen Pajak serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku dengan melibatkan 100 orang peserta yang merupakan pengelola koperasi se-Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Asisten II Sekretariat Kota (Setkot) Ambon, R.  Silooy,SE,M.Si, mengharapkan kegiatan ini bioasa memberikan faedah kepada peserta pengurus koperasi.

”Bapak-ibu tamu undangan, beserta segenap peserta bimtek yang berbahagia. Mengawali kegiatan di pagi yang cerah ini, marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa atas limpahan rahmat dan kasihNya, sehingga kita masih diperkenankan berkumpul dan bersilaturahmi di tempat ini dalam rangka melaksanakan acara Pembukaan Bimbingan Teknis Pengawasan Koperasi Kota Ambon bagi pengelola koperasi dalam suasana yang baik. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi semua peserta pengurus koperasi hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran koperasi di tengah-tengah masyarakat memberikan banyak manfaat, khususnya peningkatan perekonomian.

Apalagi, akunya, prinsip dasar koperasi adalah usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dimana, fungsi dan peran koperasi menurut Undang-Undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan antara lain membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya; berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat; memperkokoh perekonomian masyarakat berdasarkan kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya; berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yakni mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar.

”Hal ini juga selaras dengan misi Pemerintah Kota Ambon butir ketiga, yaitu memberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat menuju kemandirian yang kreatif berbasis sumber daya akan tersedia. Maka yang kita laksanakan saat ini, bimbingan teknis pengawasan, diharapkan mampu dalam mengembangkan kehidupan ekonomi koperasi, khususnya dan ekonomi Kota Ambon umumnya. Maka peran koperasi perlu terus ditingkatkan melalui pembinaan, baik dari segi kelembagaan, usaha maupun keuangan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip perkoperasian. Untuk itu saya berharap kepada seluruh pengurus koperasi dalam pelaksanaan program kerjanya agar senantiasa memperhatikan dan berpedoman pada Peraturan Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No 09/per/dep.5/iv/2015 tentang Petunjuk Teknis pemeriksaan usaha koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah, dan unit simpan pinjam dan pembiayaan syariah koperasi serta peraturan-peraturan menteri lainnya,” jelasnya.

Bimtek ini, jelasnya, juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas SDM pengelola keuangan koperasi.

Dimana, hal ini penting karena dengan memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik, koperasi dapat terus berkembang menjadi entitas bisnis yang maju dan mandiri, semakin berkiprah dan eksis dalam perekonomian pada kota bertajuk manise ini.

”Menghadapi perkembangan koperasi di era revolusi industri 4.0, maka tantangan baru bagi koperasi akan semakin besar. Hal ini disebabkan adanya perubahan gaya hidup generasi milenial yang begitu cepat dan tidak menentu (disrupt), akibat perkembangan teknologi informasi, robotik, artifikal inteligence, tranportasi dan komunikasi yang  sangat pesat. Pola dan gaya hidup generasi milenial bercirikan segala sesuatu yang lebih cepat, mudah, murah, nyaman dan aman. Seperti halnya manusia, setiap organisasi termasuk koperasi harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Jika tidak, maka akan tergilas oleh adanya perubahan lingkungan. Era revolusi industri 4.0 juga mengharuskan koperasi umun dapat beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang semakin dinamis. Langkah yang perlu dilakukan dalam transformasi koperasi adalah membangun karakter kreatif dan inovatif bagi insan pergerakan koperasi. Kreatif mengharuskan koperasi dapat berpiklr beda dan inovatif yang tinggi dengan transformasi diri untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya sesuai era industri 4.0, dengan jalan melakukan pengelolaan secara profeslonal yaitu menjadi insan koperasi yang bertanggungjawab, bermoral, beretikabermartabat dan memiliki keahlian bidang pengelolaan koperasi serta bisnis, memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan usaha koperasi, memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan (anggota koperasi) serta menjalankan koperasi sesuai dengan prinsip dan nilai koperasi,” tegasnya.

Melalui bimtek ini, tambahnya, diharapkan mampu memberikan pemahaman secara menyeluruh terkait teori dan implementasinya bagi seluruh peserta, sehingga berdampak positif untuk lembaganya masing-masing.

”Tak lupa saya berpesan kepada segenap peserta, gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menimba ilmu terkait pengawasan koperasi semaksimal mungkin. Untuk memperoleh hasil optimal dan mampu diandalkan untuk merealisaskan program kerjanya ke depan,” pungkasnya. (cc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: