Kamu bisa merasa senang jika melihat mantan kesulitan atau tidak bahagia, tetapi juga bisa merasa hancur ketika melihatnya bahagia bersama orang lain. Emosi yang tidak stabil ini bisa menghambat proses pemulihanmu setelah putus cinta.
3. Meningkatkan Risiko Depresi
Stalking mantan dengan terus menerus dapat meningkatkan risiko depresi, terutama jika kamu terus membandingkan hidupmu dengan kehidupan mantanmu.
Perasaan takut tidak bisa move on atau merasa tidak berharga karena kekasihmu telah pergi bisa menghantui pikiranmu dan memperburuk keadaan.
4. Membuat Rendah Diri
Sering melihat kebahagiaan mantan dapat membuatmu merasa rendah diri. Perbandingan antara dirimu dan kehidupan mantanmu sering kali membuatmu merasa tidak sebaik dia. Ingatlah, setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, dan kamu tidak perlu membandingkannya denganmu.
5. Meningkatkan Kecemasan
Stalking mantan bisa membuatmu terjebak dalam rasa cemas yang berlebihan. Kamu mungkin selalu memikirkan apa yang sedang dilakukan mantan, siapa yang dia temui, atau apakah dia sudah move on sepenuhnya. Kecemasan ini hanya akan membebani pikiranmu dan mengganggu keseharianmu.
6. Merusak Potensi Hubungan Baru
Terus mengintip mantan juga bisa merusak potensi hubungan baru. Jika kamu masih terikat pada mantan, akan sulit bagimu untuk memberikan kesempatan pada orang baru yang mungkin datang dalam hidupmu. Ini bisa menyebabkan hubunganmu tidak berkembang dan membuatmu kesepian dalam jangka panjang.










