oleh

Ini Bagian Rumah yang jadi Tempat Virus Corona Berdiam Diri

Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Corona Meluas, perhatikan bagian-bagian di Rumah yang jadi tempat virus berdiam diri. Penyebaran virus Corona kian meluas di wilayah Indonesia .

Menjaga kebersihan adalah salah satu langkah utama mencegah penyebaran virus Corona.

Link Banner

Dunia saat ini sedang meningkatkan kewaspadaaan dan perlindungan diri dari virus Corona.

Di seluruh tempat, masyarakat selalu diimbau untuk menjaga kebersihan dan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas.

Tak hanya tubuh, namun kebersihan tempat tinggal pun perlu dijaga.

Seperti diketahui, beberapa bagian rumah rawan juga terkena virus.

Apalagi jika penghuni rumah langsung masuk tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.

Hal ini menyebabkan kemungkinan virus berdiam diri di dalam rumah semakin besar.

Untuk itu, Anda perlu memperhartikan kebersihan rumah, terutama permukaan dengan frekuensi sentuhan tinggi.

Melansir laman Forbes, pembersihan bisa dilakukann dengan larutan alkohol 70 persen atau larutan pemutih setidaknya dengan takaran empat sendok teh peutih per satu liter air.

Selain itu, Anda juga perlu mengidentifikasi lokasi-lokasi yang kerap disentuh di area spesifik, seperti:

1. Dapur

Dapur atau area makan merupakan salah satu tempat terbaik bagi kuman berkeliaran.

Di area ini ada banyak permukaan yang biasanya tersentuh. Beberapa titik tersebut antara lain, pintu lemari es, rak, dan pegangan lemari dapur.

Anda perlu memperhatikan peralatan berbaan perak dan logam seperti pisau, sendok.

Selain itu, jika Anda kerap menggunakan tas belanjaan keluar rumah, tak ada salahnya merendamnya kembali di wastafel dengan air sabun panas.

2. Kamar mandi

Selain dapur, area di kamar mandi juga rentan menjadi tempat berkembangnya virus.

Selama ini, kita tahu bahwa handuk lembab sering menjadi salah satu tempat tinggal viirus.

Untuk meningkatkan kewaspadaan, Anda perlu sering-sering mencuci handuk.

Jangan lupa semprot lokasi-lokasi lain di kamar mandi dengan disinfektan seperti lemari obat, laci, jendela, hingga keset.

3. Kamar tidur

Pembersihan di ruangan ini bisa dimulai dari sarung bantal.

Cuci sarung bantal sesering mungkin.

Ini karena, sarung bantal dan sprei sering bersentuhan dengan tubuh manusia.

Cuci cucian dengan air hangat untuk membantu membunuh kuman dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan.

Namun perlu diperhatikan, alih-alih mengumpulkan cucian dalam keranjang yang tidak bisa dibuang, gunakan kantong sampah atau liner yang bisa dicuci untuk mencegah kuman menempel di rumah.

Selain pakaian dan sarung bantal, Anda juga perlu memperhatikan kebersihan barang lain seperti jam tangan, sepatu, perhiasan, dan barang yang kemungkinan besar bersentuhan dengan kuman.

4. Barang lain

Anda bisa menyemprot sepatu, terutama pada bagian atas dan tali sepatu menggunakan disinfektan.

Lalu seka barang-barang lain dengan pembrsih yang mampu mencegah kuman.

Sementara untuk perangkat elektronik, Anda bisa menggosok permukaannya dengan alkohol tanpa perlu khawatir akan risiko kerusakan.

Alkohol dapat menguap cukup cepat.

Dengan demikian, ketika Anda menggosoknya pada permukaan perangkat elektronik, cairan tersebut tidak akan sempat masuk ke sela-sela perangkat.

Khusus untuk layar ponsel gunakan kain dengan permukaan lembut seperti mikrofiber.

Daftar Obat-obatan yang dipakai untuk penyembuhan pasien virus Corona, kapan vaksin bisa digunakan?

Pandemi virus Corona telah menyerang hampir seluruh belahan dunia .

Bermacam-macam obat juga diguakan untuk proses penyembuhan pasien yang diketahui positif terinfeksi virus Corona

Berbagai jenis obat diuji untuk menyembuhkan pasien virus corona atau Covid-19.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memesan jutaan avigan dan klorokuin sebagai bentuk keseriusan pemerintah tangani Covid-19.

Selain kedua jenis obat tersebut, ada jenis obat lain yang diuji untuk mengatasi Covid-19.

 Seperti yang dilansir nypost.com, berikut adalah berbagai jenis obat yang digunakan untuk upaya penyembuhan pasien penderita Covid-19.

1. Klorokuin dan hidroksiklorokuin (dijual dengan nama dagang Plaquenil, dan lain-lain)

Meski begitu, obat ini belum diterima oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA.

Klorokuin dan hidroksiklorokuin telah digunakan sebelumnya untuk mengobati malaria.

Malaria disebabkan oleh parasit, tidak seperti Covid-19 yang disebabkan oleh virus.

Beberapa studi menyatakan obat ini masih efektif mengobati SARS, ‘saudara’ dari Covid-19.

Satu studi dilakukan pada sel primata pada 2005 di tengah wabah SARS.

Namun, obat itu tidak pernah benar-benar digunakan sebagai pengobatan karena penyakit itu sudah terkendali.

Demikian dikatakan Dr Len Horovitz, seorang ahli paru dan ahli penyakit dalam di Lenox Hill Hospital mengatakan kepada The Post.

“Tidak ada alasan untuk menggunakannya pada waktu itu tetapi melihat ke belakang, ada kesempatan obat itu dapat digunakan untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi atau sebagai pengobatan virus corona,” kata Horovitz.

“Jika Anda memutuskan untuk menggunakan chloroquine, bukan berarti Anda harus meninggalkan semua metode pencegahan, termasuk social distancing,” katanya.

Chloroquine dan hydroxychloroquine juga termasuk di antara empat perawatan yang diuji klinis internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

2. Remdesivir

Remdesivir awalnya diuji sebagai obat Ebola.

Sebagai obat antivirus eksperimental Gilead Sciences, Remdesivir telah terbukti ampuh melawan SARS dan MERS, dua virus corona lainnya.

Obat ini bekerja dengan mematikan kemampuan virus untuk mereplikasi sel dalam.

Beberapa uji coba sedang dilakukan untuk mengevaluasi obat di China dan negara-negara lain.

Di AS, bulan lalu, National Institutes of Health memulai uji coba secara acak untuk pengobatan COVID-19 menggunakan antivirus ini.

3. Favipiravir (Avigan)

Avigan, obat anti-flu asal Jepang yang dikembangkan oleh anak perusahaan fotografi Fujifilm, telah memberikan hasil yang menggembirakan dalam uji klinis virus corona di China.

Pasien yang diberi avigan di Shenzhen dinyatakan negatif corona setelah rata-rata empat hari positif.

Data itu dibandingkan dengan rata-rata 11 hari mereka yang tidak diberi obat, kata penyiar publik Jepang NHK.

Hasil scan pada dada mendukung temuan tersebut.

Ditemukan lebih sedikit kerusakan pada mereka yang menggunakan obat.

Tetapi beberapa pejabat mengatakan obat itu mungkin tidak efektif pada orang yang sudah sakit parah.

4. llpinavir and Ritonavir (Kaletra)

Penelitian laboratorium mengusulkan obat HIV Kaletra, yang merupakan kombinasi antivirus lopinavir dan ritonavir, bisa efektif mengobati COVID-19.

Obat-obatan itu masuk dalam kelas protease inhibitor, yang obat yang memblokir enzim kunci yang membantu replikasi virus.

Studi sebelumnya menemukan, campuran itu dapat membantu mencegah SARS agar tidak matang dan bereplikasi.

Dokter di Thailand dan Jepang melaporkan penggunaan lopinavir dan ritonavir telah berhasil mengobati beberapa kasus virus corona.

Tetapi berdasarkan penelitian terbaru di China, 200 pasien yang sudah sakit parah menemukan bahwa obat itu tidak memiliki efek signifkan.

Kaletra sedang dimasukkan dalam studi WHO yang diluncurkan minggu ini. (red/rtm/kcm)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed