Ini Dia Kronologi Prajurit TNI yang Gugur Dalam Misi Perdamaian di Kongo

oleh -646 views
Link Banner

Porostimur.com | Makisabo: Tentara Nasional Indonesia (TNI) berduka, Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi gugur saat bertugas sebagai penjaga perdamaian dalam Misi Munesco yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 22 Juni 2020 di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika Selatan pukul 17.30 waktu setempat.

Satu prajurit lainnya yang juga berasal dari personel TNI, dilarikan ke rumah sakit karena mendapat luka-luka.

PBB menilai, serangan terhadap pasukan perdamaian dalam Misi Munesco diyakini ulah dari Allied Democratic Forces (ADF), sebuah kelompok bersenjata terkenal di timur negara Kongo.

Link Banner

Serangan itu sudah dilaporkan dan akan diadili di bawah hukum internasional karena termasuk kejahatan perang, pemerintah Republik Demokratik Kongo pun didesak oleh PBB agar segera melakukan investigasi.

Baca Juga  Tahapary Berbagi Hewan Kurban Bagi Warga Jazirah Leihitu-Salahutu

Kepala Misi Monusco dan Perwakilan Khusus PBB, Leila Zerraougui dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Dikutip dari Pikiran Rakyat, kronologi penyerangan yang disampaikan oleh Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi M.P. Sibuea pada Rabu, 24 Juni 2020 ini bermula saat Serma Rama Wahyudi dan satu prajurit lain mengirimkan logistik ke Temporary Operation Base (TOB).

Sebelumnya, kedua prajurit memang telah mengambil bagian dalam pembangunan Jembatan Halulu bersama sejumlah petugas lainnya.

“Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu,” ujarnya.

Baca Juga  Cetak Prajurit Penerangan, Kodam XVI/Pattimura Gelar Pelatihan Jurnalistik

Saat kembali dari TOB ke tempat semula, Central Operation Base (COB), penghadangan terhadap prajurit terjadi.

Penyerangan itu disertai pula tembakan yang ditujukan ke arah kendaraan tempur pembawa logistik.

“Ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisab,” tambahnya.

Letkol Czi M.P. Sibuea bilang, serangan mendadak itu diyakini berasal dari kelompok ADF yang juga berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Usai kontak senjata, lanjut dia, Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri.

Baca Juga  Ternyata Jenis Kartu Seluler Bisa Tentukan Kasta Seseorang di Masyarakat

Satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma MONUSCO.

Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco sendiri termasuk dalam anggota satgas PBB dari Indonesia yang banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi.

Ia pun kerap mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB karena tindakannya yang berpengaruh cukup tinggi. (red/rtm/ljc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *