Ini Hasil Stuban DPRD Kota Ambon ke Garut dan Bandung

oleh -83 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Panitia Khusus (Pansus) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon melakukan kunjungan kerja ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kabupaten Garut dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pansus II DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far-Far usai mengikuti rapat kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Garut dan DPRD Kabupaten Bandung.

“Jadi hasil pembahasan LKPJ kemarin bahwa memang proses pembahasan LKPJ kedepan ini harus melibatkan tim ahli,” kata Harry Putra Far-Far kepada kepada Porostimur.com lewat telepon, Ahad (2/5/2021).

Far Far bilang, kunjungan kerja Pansus kali ini dibagi dalam dua tim ke dua wilayah, yakni ke Bandung dan ke Garut. Materi kunjungan terkait dengan pembahasan LKPJ.

“Jadi kunjungan ini guna merampungkan kita punya kinerja dalam kunjungan kerja,” katanya.

Baca Juga  Kembali Ke Zona Orange, DPRD Kota Ambon Minta Dinas Pendidikan Evaluasi Lagi Rencana Sekolah Tatap Muka

“Lalu ada beberapa hal menarik, yang kita temui di situ bahwa yang pertama di Garut banyak bertukar pikiran di antaranya yaitu bahwa di Garut itu pembahasan LKPJ mereka pakai Tim Ahli jadi DPRD sendiri punya tim ahli dari akademisi bahkan dari profesional lainnya yang dilibatkan dalam proses pembahasan supaya memang bisa bahas itu secara terperinci dan spesifik,” imbuhnya.

Far Far menjelaskan, keberadaan tim ahli nantinya akan jadi rekomendasi Pansus, sehingga tahun depan Kota Ambon juga diharapkan memakai Tim Ahli sehingga dapat membahas lebih terperinci, lebih spesifik kegiatan perkegiatan.

“Kita bisa bahas apakah memang ini pencapaian kinerja walikota, setahun itu dalam tahun anggaran berjalan yang sudah berlalu. Apakah berhasil atau tidak bisa lihat juga memang itu programnya terealisasi baik atau tidak. Kalau diinginkan hal itu memang lebih spesifik kita bahas itu,” bebernya.

Baca Juga  Gelar Raker, DPRD Bahas Penyelesaian Sengketa Lahan SDN 50 dan SDN 64 Ambon

“Yang pertama lalu yang terkait yang di Bandung nih cuma mungkin mekanisme pembahasan saja jadi mekanisme pembahasan di Bandung ini memang kan tidak semua daerah itu punya cara bahas itu sama contohnya, kita di Ambon itu berbasis Komisi kalau di Bandung ini dong ganti pola mereka, jadi ada tahun ini berbasis Komisi, tahun depan berbasis ketua-ketua Fraksi, ada yang badan anggaran nah begitu intinya Yang penting semua ilmu yang kita bertukar pikiran itu yang jadi rekomendasi juga jadi catatan untuk kita,” pungkas Far-Far. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.