Ini Penjelasan Kejari Sula, Terkait Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Angaran BTT

oleh -114 views

Porostimur.com, Sanana – Perkembangan kasus dugaan korupsi anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) Covid-19, Tahun 2021 degan nilai Rp28 miliar yang bersumber dari Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulaun Sula, Provinsi Maluku Utara, seperti jalan ditempat.

Padahal Badan Pemeriksaan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP), Perwakilan Maluku Utara (Malut), sudah terjun ke lapangan, untuk melakukan audit investigasi di Dinas Kesehatan, Kepulaun Sula, pada Selasa, 25 Juli 2023 lalu.

Yang mana hasilnya BPKP merekomendasikan Kejari Kepulauan Sula untuk melakukan pemeriksaan kembali pada tujuh puskemas yang ada di Kepulaun Sula.

Terkait hal tersebut, Fungsional Pidsus Kejari Kepulaun Sula Ainur Rofiq, kapada sejumlah wartawan, Jumat (11/8/2023), mengatakan,  setelah BPKP turun ke lapangan dan kembali ke Ternate, Kejari Kepulauan Sula diperintahkan untuk memeriksa sejumlah kepala puskesmas yang dulu pernah mendapat bantuan dari Dinas Kesahatan.

Baca Juga  Tatap Euro 2024, Prancis Mesti Lupakan Luka di Final Piala Dunia 2022

“Yang di sana itu, mereka menirima 18 kardus bahan medis habis pakai (BMHP) atau alat kesehatan yang ditujukan untuk penggunaan sekali pakai. Setelah itu, hasil dari pemeriksaan jaksa di puskesmas, diberikan lagi Ke BPKP, nanti BPKP yang menyimpulkan apa-apa saja yang ditemukan,”ujar Ainur Rofiq.

No More Posts Available.

No more pages to load.