Ini Program yang Dijanjikan Asrul Rasyid Ichsan, Calon Bupati Halmahera Selatan

oleh -174 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan, Provinsi Maluku Utara, Asrul Rasyid Ichsan direncanakan akan maju pada pilkada 2020 mendatang. Asrul akan mencalonkan diri sebagai calon Bupati Halmahera Selatan.

Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Halmahera Selatan bisa dilakukan empat kali lebih cepat. Oleh karena itu, melalui rancangan program-program yang dimilikinya pembangunan di wilayah ini akan mengingkat pesat.

Pertama, Asrul berjanji tidak akan mengambil fee atau keuntungan dari proyek-proyek pembangunan pemerintah. Menurutnya, dengan tidak mengambil fee, pembangunan akan dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

“Kalau Bupati mengambil fee misal 5 persen, itu sudah menstimulus kelakuan tidak baik pada stafnya, mereka akan mengambil lebih banyak. Belum lagi dipotong keuntungan pengusaha, dan lainnya. Sisa anggaran proyek pembangunan paling tinggal 40 persen. Tidak akan efisien itu pembangunannya,” jelas Asrul kepada porostimur.com, Kamis (9/1/2020).

Kedua, Asrul akan membenahi struktur birokrasi. Ia akan menempatkan orang-orang dengan komitmen tinggi dan sesuai dengan keahlian pada bidangnya masing-masing.

Baca Juga  2021, PUPR Alokasikan Rp 12 T untuk Program Padat Karya

“Ketiga, kita bisa manfaatkan dana APBN sepanjang dukungan perencanaan kita itu sinergi dengan pemerintah pusat. Kalau perencanaan sinergi, dana APBN bisa turun,” katanya.

Selanjutnya, program keempat yakni pemanfaatan dana CSR juga akan dialokasikan pada pembangunan daerah. Menurut Asrul, dana CSR di Halmahera Selatan bisa sangat besar kalau pemerintah efektif menggali potensi dari banyaknya perusahaan di wilayah itu.

Program kelima yang dimiliki Asrul adalah pemanfaatan dana desa, menurutnya perlu dikawal oleh pemerintah kabutapen agar dialokasikan dengan tepat guna.

“Keenam, permudah investasi. Dengan investasi, akan memberikan kontribusi pembangunan berstruktur. Mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Asrul.

Bahkan, para investor ini perlu diberikan insentif-insentif yang membuat mereka bersedia melakukan investasi. Hal ini dianggap penting lantaran dengan adanya investasi, pembangunan infrastruktur bisa terbangun dengan sendirinya.

Baca Juga  Koeman Jadikan Frenkie de Jong sebagai Bek, Kok Bisa?

Terakhir, Asrul menyebutkan, akan memberlakukan aturan pada para investor untuk melakukan penyerapan tenaga kerja sebesar 30 persen. Selain itu, ia juga akan memberikan pelatihan pada masyarakat agar bisa memenuhi syarat keahlian dari para investor.

“Itulah yang saya maksudkan empat kali lebih cepat. Kalau ada kandidat lain yang punya visi seperti itu atau bahkan lebih bagus, saya mundur. Karena saya enggak mau kemajuan daerah ini terganggu hanya karena saya ambisius untuk di jabatan itu,” pungkasnya. (red)