Ini tentang Nyawa Manusia

Oleh: Hasby Yusuf

Penulis adalah Ketua BKPRMI Maluku Utara

Namanya Gamaria W. Kumala (Kiki Kumala) seorang gadis cantik yang menjadi harapan dan kebanggaan orang tuanya. Tetapi kebanggaan dan harapan itu terhenti oleh kebejatan manusia durjana bernama renol. Saya membayangkan betapa tersayatnya hati ibu dan bapaknya. Sebagai seorang yang memiliki putri seusia Kiki, saya dapat merasakan kepedihan itu.

Kenapa dijaman ini manusia makin tega membunuh manusia lain tanpa takut dosa dan hari penghakiman? Akan banyak perspektif melihat kasus ini, tetapi satu hal yang pasti, sang pembunuh dan pemerkosa adalah durjana, bejat, barbar dan tak punya iman. Pembunuh kiki tak pantas diperlakukan sebagai manusia karena seorang pembunuh sesungguhnya telah kehilangan kemanusiaannya.

Jika pembunuh itu seorang muslim, dia jelas kehilangan keislamananya. Karena betapa luar biasanya Islam menghormati dan menghargai kemanusiaan. Dalam Islam membunuh satu jiwa tanpa hak seakan membunuh manusia seluruhnya. Dan, yang memelihara kehidupan satu jiwa seolah telah memelihara seluruh jiwa seluruh manusia.

“… barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..”
(QS. Al-Maidah:32)

Allah SWT dengan tegas mengancam pelaku pembunuh seorang mukmin dengan ancaman yang sangat keras dalam Surat An Nisa’ ayat 93: “Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah neraka jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”

Dalam Islam, nyawa merupakan sesuatu yang sangat berharga. Islam memberikan serangkaian hukum sebagai wujud penjagaan atas nyawa manusia layaknya sesuatu yang sangat berharga. Sistem hukum pidana Islam atau Hudud menggolongkan orang yang membunuh dengan sengaja sebagai hukum Jinayah yaitu hukuman nyawa dibalas nyawa (Qishas). Hal ini sebagaimana perintah Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 178.

Nyawa manusia yang bila sudah tiada, tidak ada gantinya lagi. Bila sudah dihancurkan, tiada mungkin hidup lagi. Al-Quran mengabarkan bahwa manusia dicipta dengan sebaik-baik wujud (ahsanu taqwiim). Ciptaan terbaik tersebut harus dihormati, dijunjung tinggi, seraya diisi iman dan budi pekerti hingga nilai baiknya mengabadi

Hancurnya gedung bisa dibangun kembali, hancurnya kota bisa dibangun kembali oleh generasi berikutnya. Tetapi jika manusia dihancurkan (dibunuh), lalu siapa yang akan membangun-hidupkannya kembali?” Manusia adalah kreasi-cipta Allah. “Wa mal’uunun man hadama binaa-allah (dan terlaknatlah siapapun yang menghancurkan kreasi-cipta Allah).

Karena itu, menurut saya sang pembunuh Kiki, tak layak diperlakukan seperti manusia. Sang prmbunuh berhak mendapatkan hukuman sebagaimana kebejatannya. Bagaimana mungkin seorang yang menghilangkan nyawa manusia tak berdosa dilindungi hak hidupnya?

Selamat jalan Kiki, semoga Allah menempatkanmu ditempat terbaik dan diberkahi disisiNya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: