Perbandingan ini kerap disebut sebagai “David melawan Goliath” dalam dunia militer modern.
Dampak Global dan Alarm bagi NATO
Keberhasilan rudal ini tidak hanya berdampak pada konflik di Timur Tengah, tetapi juga menjadi peringatan bagi kekuatan militer global, termasuk NATO.
Selama ini, NATO mengandalkan F-35 sebagai tulang punggung kekuatan udara mereka. Namun, insiden ini membuka kemungkinan bahwa sistem murah dan adaptif dapat menantang dominasi teknologi tinggi.
Ke depan, para analis memperkirakan akan terjadi perubahan besar dalam strategi pertahanan udara, dengan fokus pada sistem yang lebih fleksibel, otonom, dan sulit dideteksi.
Insiden ini sekaligus menegaskan bahwa dalam peperangan modern, keunggulan teknologi tinggi tidak selalu menjamin superioritas mutlak di medan tempur.
sumber: sindonews










