Insentif 13 Relawan Covid Kota Ambon Belum Dibayar

oleh -45 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Sampai saat ini insentif sejumlah relawan Covid-19 yang ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Ambon belum dibayar.

Honor yang belum dibayar terhitung tiga bulan jalan, atau dari Juni hingga Agustus 202. Disebutkan ada sekitar 13 relawan yang belum menerima insentif.

Kepada porostimur.com, Jumat (26/11/2021), salah seorang relawan bernama Bastian yang mewakil kawan-kawannya mengatakan pihak pengelola karantina yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon belum mambayar insentif mereka selama tiga bulan.

“Sekarang ini katong relawan pengen menyuarakan akang di media. Soalnya sudah dri bulan Agustus, sejak tempat karantina ditutup dan sampai sekarang katong belum dapat katong pung hak. Ketika ditanya alasannya itu katanya pihak keuangan dari pemkot masih tahan jadi belum bisa dicairkan,” ungkap Bastian.

Menurutnya, para relawan ini ditempatkan di sejumlah fasilitas karantina seperti, gedung LPMP, H&I Guest House, Hotel Wijaya dan Hotel Everbright.

Baca Juga  Tauhid Janji Bangun Ternate dengan Tulus untuk Semua Kalangan

“Katong relawan ini hanya meminta haknya katong kerna katong sudah lakukan katong punya kewajiban sebagai relawan covid. apalagi katong samua juga tau bahaya covid itu seperti apa, dan katong relawan ini berani untuk ambil resiko itu. Tapi cuman balasan kata tunggu, sabar, sabar saja yang katong dapat,” tukas Bastian.

“Mau sabar sampai kapan, katong relawan juga manusia yang punya kebutuhan yang harus dipenuhi. Sudah dari bulan Agustus hingga akhir November ini tapi belum ada kepastian sama sekali dari pihak BPBD kota Ambon selaku instansi yang mengelola tempat karantina,” imbuhnya.

Bastian menambahkan, relawan yang bertugas untuk keseluruhan lokasi ada 13 relawan, dan pembayaran tiap orang itu perbulannya Rp. 3 juta. Sedangkan Dinas yang harus bayar dari BPBD kota Ambon.

Baca Juga  Laznas LMI Bagikan Daging Kurban ke Pengungsi Rohingya

Bastian mengaku, dia dan kawan-kawannya sudah sering menanyakan perkara insentif ini, namun jawaban yang mereka dapat hanya kata sabar.

“Kebetulan katong tanya via WA jadi hampir setiap saat katong selalu hubungi pihak BPBD kota. Terakhir tanggal 24 November beta tamang sudah hubungi pihak BPBD, tapi jawabannya masih suruh katong untuk sabar saja,” ujarnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.