Porostimur.com, Tel Aviv – Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah memasuki pekan keempat kian memanas. Di tengah gempuran serangan balasan Iran, pasukan Amerika dilaporkan terpaksa menjalankan “work from home” (WFH) versi militer dengan berpindah ke hotel dan kantor sementara di berbagai wilayah Timur Tengah.
Laporan The New York Times (NYT) menyebutkan, kondisi ini terjadi setelah pangkalan-pangkalan militer Amerika menjadi sasaran pengeboman oleh Iran sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel.
Sejumlah personel militer dan pejabat Amerika mengungkapkan, banyak pasukan darat kini beroperasi dari lokasi alternatif di luar pangkalan militer. Sementara itu, aktivitas tempur langsung masih dijalankan oleh pilot dan awak pesawat tempur.
IRGC Serukan Warga Ungkap Lokasi Pasukan AS
Situasi semakin tegang setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerukan kepada masyarakat Timur Tengah untuk melaporkan lokasi persembunyian pasukan Amerika.
Seruan tersebut memicu kekhawatiran baru, mengingat pasukan AS kini tersebar di area sipil seperti hotel dan gedung perkantoran.
“Kami terpaksa mengidentifikasi dan menargetkan Amerika. Oleh karena itu, lebih baik tidak melindungi mereka di hotel dan menjauhi lokasi mereka,” demikian pernyataan sayap intelijen IRGC seperti dilaporkan media Iran.









