Porostimur.com, Teheran – Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak yang lebih berbahaya. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan operasi gabungan menggunakan rudal dan pesawat nirawak yang menghantam sedikitnya 85 fasilitas militer strategis Amerika Serikat di kawasan Teluk. Serangan itu disebut sebagai aksi balasan atas operasi militer Washington yang sebelumnya menyerang sejumlah wilayah di Iran.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut sasaran utama operasi tersebut meliputi Pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. Teheran menegaskan serangan itu merupakan respons awal atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan kesepakatan Islamabad oleh Amerika Serikat.
Iran menuding Washington lebih dulu melancarkan serangan udara ke sejumlah pangkalan pesisir dan fasilitas nonmiliter di Provinsi Hormozgan dan Mahshahr, meski sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berjanji menghentikan operasi militer selama tujuh hari masa pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamanei.
AS dan Iran Saling Balas Serangan
Menurut IRGC, serangan Amerika dilakukan ketika rakyat Iran masih menjalani masa berkabung atas wafatnya Ali Khamanei. Washington bahkan dituding sengaja mengalihkan perhatian dunia dari prosesi pemakaman yang disebut sebagai peristiwa bersejarah bagi bangsa Iran.









