Iran Kibarkan Bendera Merah di Kota Suci, Isyarat Bersiap Perang Total pada Amerika?

oleh -216 views
Link Banner

Porostimur.com | Qom: Serangan Bendera merah dikibarkan di Masjid Jamkaran di Qom, Iran, sebagai simbol balas dendam atas kematian Jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani.

Bendera merah dikibarkan dengan seruan dari pengeras suara di Masjid Jamkaran yang menjadi masjid suci bagi Muslim Syiah, yang berbunyi: “Ya Allah, semoga wali-Mu muncul kembali,” mengacu pada kemunculan kembali Imam Al-Mahdi, menurut laporan televisi satelit Hizbullah di Lebanon, Al Manar, pada 4 Januari 2020.

Pemimpin Revolusi Islam di Iran Imam Sayyed Ali Khamenei berjanji pada hari Jumat untuk balas dendam atas kematian Soleimani yang ia sebut sebagai ikon perlawanan seluruh dunia. Pejabat Iran lainnya termasuk Presiden Hassan Rouhani menekankan bahwa Republik Islam Iran akan membalas dendam atas komandan tertinggi dan para martir lainnya.

Juga pada hari Jumat, Sekretaris Jenderal Hizbullah Hasan Nasrallah menggambarkan Jenderal Soleimani sebagai syahid poros perlawanan. Nasrallah menekankan bahwa membalas dia dan para syuhada lainnya adalah tugas semua mujahidin perlawanan di seluruh dunia.

Bendera merah dibentangkan di atas Masjid Jamkaran, di Qom, Iran.[The Sun]

Jendral Soleimani bersama Wakil Komandan Hashd Shaabi Irak Abu Mahdi Al-Muhandis, dan komandan Irak dan Iran lainnya tewas dalam serangan AS di bandara internasional Baghdad awal Jumat. Serangan drone diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga  Weda Bay dan Pulau Obi Masuk Proyek Strategis Nasional

Soleimani akan dimakamkan di Iran pada Ahad, sehari setelah prosesi pemakaman massal diadakan untuk para korban serangan di Irak.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Iran, sebuah bendera merah dikibarkan di atas Kubah Suci Masjid Jamkaran yang melambangkan pertempuran hebat yang akan datang. Menurut tradisi Syiah, bendera merah melambangkan balas dendam berdarah.

“Mereka yang ingin membalas darah Hussein,” bunyi bendera perang tersebut, menurut laporan Express.co.uk.

Akun Twitter SIFFAT ZAHRA membagikan video ketika bendera merah pembalasan dinaikkan di Masjid Jamkaran.

Bendera merah tersebut dibentangkan di Masjid Jamkaran di Qom, Iran yang menjadi tempat suci umat islam Iran.

Dikutip dari The Sun, Iran telah menunjuk 35 target aksi balas dendam terhadap Amerika Serikat.

“Iran menunjuk 35 ‘target utama AS’ karena membentangkan bendera merah balas dendam setelah jenderalnya dibunuh dalam serangan drone AS,” tulis The Sun.

Baca Juga  Rombongan Kapolda Maluku Dihadang Tim Gustu Covid-19 Seram Bagian Barat

The Sun juga menulis bahwa dibentangkannya bendera merah ini sebagai peringatan yang sangat jelas bahwa Iran siap menyerang Amerika.

“Bendera merah ini dipandang sebagai peringatan yang jelas bahwa Republik Islam siap memenuhi janjinya untuk menyerang kembali Amerika Serikat dan Donald Trump,” tulis The Sun.

Dalam bendera merah yang dibentangkan terdapat tulisan “Mereka yang ingin membalas darah Hussein”.

Bendera merah dalam tradisi Syiah melambangkan darah yang ditumpahkan secara tidak adil dan berfungsi sebagai panggilan untuk membalas seseorang yang terbunuh.

Presiden Donald Trump berpendapat serangan terhadap jenderal untuk mencegah serangan Iran terhadap aset AS di Timur Tengah dan bukan memulai perang baru.

Menurut Trump serangan terhadap Jenderal Qassem Soleimani seharusnya sudah dilakukan sejak lama oleh presiden sebelum dia.

“Kami mengambil tindakan tadi malam untuk menghentikan perang. Kami tidak mengambil tindakan untuk memulai perang,” kata Trump.

Trump mengatakan AS tidak mencari perubahan rezim di Iran, namun ia mengatakan dunia akan lebih aman jika Jenderal Soleimani disingkirkan.

Trump mengatakan Soleimani merencanakan serangan terhadap personel AS di Timur Tengah. “Kami menghabisinya dalam serangan itu dan menghentikannya.”

Baca Juga  Sri Mulyani Rilis Aturan Baru Perjalanan Dinas Buat PNS, ini Daftarnya

Namun, meskipun desakan Presiden bahwa tindakannya dilakukan untuk menghentikan perang, kekhawatiran konflik global telah meledak. Kata kunci World War 3 atau Perang Dunia III tren di Internet. Sekutu Amerika yang cemas mulai meningkatkan keamanan mereka. Sementara para pakar menyuarakan kekhawatiran konflik baru.

Semua warga AS di Irak telah diberitahu untuk meninggalkan negara itu segera setelah serangan udara yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani.

Puluhan warga mengikuti rangkaian pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, 4 Januari 2020. Jenderal Qassem Soleimani, tewas dalam serangan drone Jumat malam di Bandara Baghdad. REUTERS/Wissm al-Okili

Kemarahan tak terbendung Iran muncul karena sosok Soleimani bukan sekadar komandan militer biasa. Dia adalah pahlawan nasional dan orang berpengaruh kedua di Iran setelah pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khameini. Dia adalah tangan kanan Khameini untuk operasi Iran di luar negeri, menyebarkan pengaruh ke organ proksi Iran, dan mengatur perundingan di negara tetangga.

Belakangan Khamenei mengancam akan melakukan perang jihad berdarah sebagai balas dendam.

“Semua teman dan musuh tahu bahwa perlawanan Jihad akan berlanjut dengan lebih banyak motivasi & kemenangan yang pasti menunggu para pejuang di jalan yang diberkati ini. Kehilangan Jenderal kita yang tercinta memang pahit. Pertarungan yang berkelanjutan & kemenangan akhir akan lebih pahit bagi para pembunuh & penjahat,” kata Khamenei.

Menurut Sky News, Jenderal Soleimani dipandang sebagai orang paling kuat kedua di negara ini. Pengamat telah membandingkan status Qassem Soleimani seperti wakil presiden AS. (red/rtm/tempo)