Isi Chat Kapolsek Diungkap, Disebut Dua Kali Nikmati Tubuh Anak Tahanan

oleh -3.687 views
Link Banner

Porostimur.com – Palu: Rayuan maut Kapolsek Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng), membuatnya berhasil menikmati tubuh seorang wanita.

Ia merenggut keperawanan seorang wanita yang merupakan anak seorang tahanan di Polsek tempat Kapolses itu bertugas.

Kapolsek Sarigi itu sampai bilang  dengan entengnya ”Dek, kalau mau uang, nanti tidur dengan saya”.

Hal itu tentu tak membuat korban langsung mau.

Tapi, karena diimingi oleh kebebasan ayahnya, si Korban pun akhirnya mau.

Sampai dua kali Kapolsek Sarigi itu melakukan tindakan tak pantas itu kepada korban.

Bahkan, kini pun terkuak isi chat oknum Kapolsek ke Anak tahanan selama 3 minggu.

Karena kajadian tersebut, ibu anak tersebut atau ibu korban sampai histeris saat tahu putrinya melayani nafsu bejat si oknum.

Untuk cerita lengkap kasus oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) itu, bisa simak ulasan beirkut ini sampai selesai.

Baca Juga  Wanita Muda Dicabuli Sopir Taksi Online, Lalu Dibuang Dekat Bandara

Awalnya, oknum Kapolsek yang berinisial Iptu IDGN itu mengirimi pesan WhatsApp tak senonoh pada S (20), anak seorang tersangka yang tengah ditahan.

Setelah itu, oknum Kapolsek itu memberikan janji manis akan membebaskan ayah korban dari penjara.

Akan tetapi janji manis itu dengan syarat, yakni korban harus meladeni pelaku di atas ranjang.
Korban pun terpaksa meladeni demi kebebasan sang ayah yang menjadi tersangka curanmor.

Namun, setelah mengetahui kalau oknum Kapolsek hanya memanfaatkannya, korban pun melaporkan kasus tersebut ke Provos Polres Parigi Moutong.

Orangtua korban S (20) membuat laporan ke Propam Polres Parimo pada, Jumat (15/10/2021) kemarin.

Menyitat TribunPalu.com, oknum Kapolsek Parimo itu bertugas di kecamatan kota.

Oknum Kapolsek itu juga telah berkeluarga.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Parimo, Moh Rifal Tajwid selaku pendamping korban mengatakan, oknum Kapolsek itu sering mengirimi chat mesum via WhatsApp kepada korban berinisial S (20).

Baca Juga  Idul Adha Jatuh Pada 11 Agustus 2019

Nomor tersebut diperoleh ketika korban menjenguk ayahnya di tahanan.

Demi menjalankan misi cabulnya, oknum Kapolsek itu juga memberikan sejumlah uang dan iming-iming kebebasan ayah korban yang sedang ditahan.

“Nomornya didapat saat si anak perempuan ini membawakan makanan untuk sang ayah yang ditahan di Polsek itu,” kata Moh Rifal Tajwid.

“Selain dikirimi pesan seperti itu, anak ini juga pernah diberikan uang, dengan alasan membantu ibunya,” tuturnya menambahkan.

Kapolda Sulteng Temui Korban

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Rudy Sufahriadi mengunjungi keluarga anak tersangka yang diperkosa Kapolsek Parigi Iptu IDGN. Rudy menegaskan kepada keluarga akan menindak tegas Iptu IDGN.

“Adalah menunjukkan keseriusan kita menangani masalah Kapolsek Parigi ini. Saya ditemani oleh Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, kita datangi rumah korban meyakinkan bahwa saya akan profesional menangani anggota yang salah,” kata Rudy setelah mengunjungi keluarga anak tersangka korban pemerkosaan Iptu IDGN di Parigi Moutong, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga  Bertabur Bintang, Ini Skuad Portugal Untuk Euro 2020

“Saya datang ke sini menunjukkan keseriusan kita menangani masalah yang ada di Parigi, termasuk Kapolsek yang kita ganti,” tegasnya lagi.

Rudy menyebut Iptu IDGN saat ini masih diperiksa Propam Polda Sulawesi Tengah. Dia akan menyampaikan ke publik hasil pemeriksaan tersebut jika sudah rampung.

Lebih lanjut Rudy mengaku baru mengetahui ulah bejat anggotanya itu pada 15 Oktober lalu. Saat itu juga dia langsung memproses Iptu IDGN.

“Saya tahu tanggal 15 (Oktober), tanggal 15 juga hasil pemeriksaan, tanggal 15 juga Kapolsek kita bebas-tugaskan, diganti dengan penjabat sementara. Semoga ini cepat selesai, dan saya akan berlaku profesional menangani masalah ini,” ungkapnya.

(red/tpc/detikcom)