Militer Israel bahkan mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di sembilan desa, di antaranya Qaaqaaiyet, al-Snoubar, Kaouthariyet al-Saiyad, al-Marwaniyah, dan al-Ghassaniyah.
Tak hanya serangan udara, artileri berat juga dilaporkan menghantam wilayah Kfar Tebnit, Arnoun, hingga jalur penghubung antara kedua daerah tersebut.
Israel Targetkan Infrastruktur Hizbullah
Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur milik Hizbullah di wilayah selatan Lebanon.
Di sisi lain, Israel juga mengonfirmasi satu perwiranya tewas akibat serangan pesawat tanpa awak (drone) di Lebanon Selatan pada Sabtu (16/5/2026).
Negosiasi Terancam Terganggu
Perpanjangan gencatan senjata ini sejatinya bertujuan membuka jalur keamanan yang difasilitasi oleh Amerika Serikat, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 29 Mei 2026.
Putaran lanjutan pembicaraan antara kedua pihak juga direncanakan berlangsung pada 2 hingga 3 Juni 2026 di Washington.
Namun, mengutip laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), pihak Hizbullah disebut menolak proses negosiasi tersebut. Penolakan ini dipicu oleh masih berlangsungnya serangan Israel serta dugaan pendudukan sebagian wilayah Lebanon sejak gencatan senjata sebelumnya yang seharusnya berlaku pada 17 April 2026.









