Israel Tarik Divisi Ke-26 dari Gaza Meski Belum Kalahkan Hamas, Kalah Perang?

oleh -21 views
Israel menarik satu divisi tentara dari Jalur Gaza meski perangnya belum mengalahkan Hamas sepenuhnya. Foto/Anadolu

Porostimur.com, Gaza – Militer Israel pada hari Senin menarik satu divisi tentara, yakni Divisi ke-36, dari Jalur Gaza meskipun perangnya hingga hari ini belum bisa mengalahkan Hamas.

Militer Zionis berdalih penarikan satu divisi tentara itu diperlukan untuk memberikan para personel beristirahat dan berlatih di tengah perang mematikan.

Menurut laporan Army Radio, tiga divisi lainnya akan tetap berada di Gaza sebagai bagian dari serangan saat ini.

Laporan itu menambahkan bahwa langkah tersebut sebagai bagian dari rencana Angkatan Darat Zionis untuk melancarkan perang panjang di Jalur Gaza.

Akhiri Serangan Darat Intensitas Tinggi

Namun laporan itu bertentangan dengan pernyataan Menteri Pertahanan Yoav Gallant yang mengatakan operasi darat dengan intensitas tinggi di Jalur Gaza utara segera berakhir.

Baca Juga  Bongkar Rekayasa Pilpres 2024, BEM DIY: Kecurangan Pemilu Terstruktur dan Sistematis

“Di Jalur Gaza selatan (fase intensif) segera berakhir,” kata Gallant pada konferensi pers, tanpa memberikan batas waktu pastinya, seperti dikutip Anadolu, Selasa (16/1/2024).

Gallant mengatakan tentaranya akan melakukan operasi intensitas rendah di Gaza utara, dan menambahkan bahwa pasukannya sedang berupaya menemukan sisa lokasi kelompok Hamas di wilayah tersebut.

Pengumuman tersebut menyusul laporan berminggu-minggu bahwa AS telah menekan Israel untuk mengakhiri pengeboman dan serangan tanpa pandang bulu di Gaza dan mengambil pendekatan yang lebih tepat sasaran.

Gallant menambahkan bahwa setelah serangan gencar Israel terhadap Gaza, dan dengan asumsi Hamas digulingkan dari kekuasaannya, Gaza akan diperintah oleh orang-orang Palestina tetapi bukan orang-orang yang memusuhi Israel.

Baca Juga  Ini Putri Kerajaan Pertama yang Jadi Model Playboy

“Pemerintahan masa depan di Gaza harus tumbuh dari Jalur Gaza, Gaza akan diperintah oleh orang-orang Palestina,” kata Gallant.

“Akhir kampanye militer harus didasarkan pada tindakan politik.”

Perang di Gaza dimulai setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober yang menewaskan 1.139 orang.

Dalam serangan tanpa pandang bulu di Gaza, Israel telah menewaskan sedikitnya 24.100 orang dan melukai 60.834 lainnya.

Serangan tersebut telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

sumber: sindonews

No More Posts Available.

No more pages to load.