Israel Terpancing dan Serang Jalur Gaza Palestina Gegara Ini, Hamas Sudah Siap Perang

oleh -70 views
Link Banner

Porostimur.com, Yerusalem – Israel kembali melakukan serangan ke Jalur Gaza Palestina saat perang Ukraina-Rusia belum berakhir.

Serangan udara pertama Israel tahun ini dilakukan di Jalur Gaza pada Selasa (19/4/2022) pagi.

Seranan itu sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari daerah kantong Palestina itu.

Sirene peringatan pun berbunyi di Israel selatan pada Senin (18/4/2022) malam setelah roket ditembakkan dari Gaza.

Roket itu dikendalikan oleh kelompok Hamas. Ini adalah insiden pertama sejak awal Januari.

Proyektil itu jatuh di laut lepas Tel Aviv.

“Satu roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel. Roket itu dicegat oleh Sistem Pertahanan Udara Iron Dome,” kata militer Israel dikutip dari AFP.

Beberapa jam kemudian Angkatan Udara Israel mengatakan, telah menyerang tempat pembuatan senjata Hamas sebagai pembalasan.

Ledakan akibat serangan udara Israel di markas militer Hamas di kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Selasa (19/4/2022) (AP Photo)

Hamas mengeklaim menggunakan pertahanan anti-pesawat untuk melawan serangan udara Israel yang tidak menimbulkan korban, menurut saksi mata dan sumber keamanan di Gaza.

Baca Juga  Sairdekut: Pedagang Pasar Mardika Kesal Ditagih Sewa Ruko Secara Paksa

Belum ada faksi di Gaza yang mengaku bertanggung jawab atas roket itu. Serangan tersebut terjadi setelah serangkaian ketegangan di Yerusalem.

Bentrok di Masjid Al-Aqsa antara polisi Israel dan warga Palestina melukai lebih dari 170 orang, sebagian besar demonstran Palestina.

Sumber-sumber diplomatik mengatakan, Dewan Keamanan PBB akan mengadakan rapat pada Selasa (19/4/2022) untuk membahas lonjakan ketegangan ini.

Tensi serupa di Yerusalem sekitar waktu yang sama tahun lalu memicu perang Hamas Israel selama 11 hari.

Lonjakan ketegangan ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dan festival Paskah Yahudi.

Kompleks Masjid Al Aqsa dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, situs tersuci dalam Yahudi dan ketiga tersuci dalam Islam.

Orang-orang Palestina marah dengan kunjungan berulang kali umat Yahudi ke situs tersebut, yang diizinkan masuk tetapi tidak boleh berdoa di sana.

Pemerintah Israel pimpinan Naftali Bennett berulang kali menyatakan bahwa pasukan keamanan Israel memiliki kebebasan menangani para demonstran.

Baca Juga  Tomia akhirnya ditemukan selamat di Pulau Obi

Kemudian Hamas pada Minggu (17/4/2022) memperingatkan, Al Aqsa adalah milik kami dan milik kita sendiri, seraya bersumpah untuk membela hak warga Palestina berdoa di sana.

 Baku tembak di Gaza dan bentrok Al Aqsa terjadi setelah meningkatnya kekerasan termasuk empat serangan mematikan sejak akhir Maret di Israel oleh warga Palestina dan Arab Israel yang merenggut 14 nyawa, sebagian besar warga sipil.

Sebanyak 23 warga Palestina sementara itu tewas dalam kekerasan sejak 22 Maret, termasuk penyerang yang menargetkan warga Israel, menurut penghitungan AFP.

Korban tewas termasuk Hanan Khudur, gadis Palestina berusia 18 tahun yang meninggal pada Senin (18/4/2022) setelah ditembak oleh pasukan Israel pekan lalu di desa Faquaa, dekat kota Jenin.

Yordania pada Senin (18/4/2022) memanggil kuasa usaha Israel untuk menyampaikan protes atas pelanggaran yang tidak sah dan provokatif di Masjid Al Aqsa, kata Kementerian Luar Negeri Yordania.

Baca Juga  Skuter Listrik Austria InI Punya Tampang Futuristik

Yordania bertugas sebagai penjaga tempat-tempat suci di Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua yang diduduki Israel pada 1967 kemudian dicaplok dalam langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.

Bennett pada Senin (18/4/2022) mengecam yang disebutnya kampanye hasutan yang dipimpin Hamas dan mengatakan, Israel melakukan segalanya untuk memastikan orang-orang dari semua agama dapat beribadah dengan aman di Yerusalem.

Bennett juga menghadapi krisis politik di dalam negeri setelah koalisinya kehilangan mayoritas satu kursi di 120 kursi Knesset (parlemen Israel), tak sampai setahun sejak dia dengan susah payah menyusun pemerintahan.

Pada Minggu (17/4/2022), Raam partai Islam pertama yang menjadi bagian dari Pemerintah Israel mengatakan pihaknya mundur sementara atas insiden di Yerusalem. (red/kompas.com/tribun timur)

No More Posts Available.

No more pages to load.