Istri dan Menantu Gubernur Malut Diduga Terpapar Corona, Jubir Bungkam

oleh -8.380 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Wabah Corona di Maluku Utara belum juga menunjukkan tanda-tanda akang mereda. Jumlah pasien pun terus bertambah dari hari ke hari.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, hingga Rabu (3/6/2020) kemarin jumlah pasien positif telah mencapai angka 176 orang.

Sementara angka kematian berjumlah 16 jiwa, termasuk istri walikota dan Sekretaris Kota Tidore Kepulauan.

Berdasarkan data yang dirilis Gustu Covid-19 Malut itu, porostimur.com melakukan penelusuran terhadap status dua orang pasien, yakni pasien 176 berinisial FH (62) tahun Sangaji Utara dan Pasien 143, MEA, (Laki-laki, usia 27 tahun), dari Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate (ODP).

Dari informasi yang dikumpulkan porostimur.com dari berbagai sumber, pasien 176 berinisial FH yang di publikasikan kemarian diduga merupakan istri Gubernur Malut, Sedangkan Pasien 143, MEA, (Laki-laki, usia 27 tahun), dari Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate, yang terlebih dahulu dipublikasikan pada 31 Mei lalu, diduga kuat merupakan menantunya.

Baca Juga  Viral Polisi Sabar Hadapi Cacian Warga di Pos Penyekatan, Komisi III: Sesuai Program Presisi

Sumber terpercaya media ini mengatakan, saat ini sang menantu telah menjalani karantina di Sahid Bella Hotel, sedangkan FH masih berada di kediaman dinas Gubernur Maluku Utara di Kota Ternate.

Sumber ini juga mengatakan Gubernur Maluku Utara memilih berdiam diri di Bukit Gosale Sofifi sejak beberapa hari terakhir.

“Sepertinya begitu bang, beliau di Sofifi sedangkan ustadzah ada di kediaman. Ini torang ada kasi barsih beliau pe rumah di Siko karena perintahnya demikian”, ujarnya melalui sambungan telepon.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Mulyadi Tutupoho ketika dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, terkait penanganan Covid-19 dan informasi testing pasien merupakan kewenangan Gugus Tugas, dirinya hanya bisa berkomentar jika terkait kebijakan.

Baca Juga  BPBD Kota Ambon akan inventarisir ulang data bencana

“Kalau soal pasien Covid-19 nanti dengan jubir Gustu saja karena kewenangannya sudah sama Gustu. Kalau soal kebijakan insyaallah saya bisa”, ujarnya.

Ditanya soal keberadaan orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara, Mulyadi beralasan telepon genggamnya tidak aktif semalaman sehingga dirinya belum mendapat informasi tentang keberadaan gubernur.

Sumber lain yang dekat dengan gubernur mengaku ada permintaan dari keluarga agar nama pasien dirahasiakan. “Ana dengar pak Sekda bilang bagitu”, ujarnya melalui pesan WhatsApp.

“Ana mantu itu sake sblm lebaran.pas hari lebaran gub pangge shalat Id di kediaman takoma.jadi samua keluarga Rapid Test itu krn itu”, imbuhnya.

Yanto salah satu warga Ternate mengaku heran dengan sikap Gustu dan media di Maluku Utara yang terkesan menutup-nutupi informasi terkait pasien Covid-19.

Baca Juga  45 Poin Harden tak Mampu Bawa Rockets Kalahkan Pacers

“Kalo Walikota Tidore deng paitua pe istri terus Sekot Tidore dong bakukase capat nae di media giliran sekarang dong badiam. Kita me herang deng dorang”, tukasnya.

Sementara itu, Juru bicara Gustu Covid-19 Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf yang dikirimi pesan WhatsApp sejam lalu tidak membacanya hingga berita ini kami tayang.

Beberapa wartawan yang setiap hari mangkal di media center Gustu Covid-19 Malut pun mengaku bingung dengan sikap jubir.

“Jubir bolom mau bicara. So baku nyonyoke deng gugus prov dari td malam d grup. Dong trada yg balas. Wartawan samua minta”, kata salah satu wartawan melalui pesan WhatsApp. (red)