Jacksen F Tiago Bicara Komitmen dan Kesetiaan Berseragam Persipura

oleh -26 views
Link Banner

Porostimur.com |Jayapura: Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago, angkat bicara soal renegosiasi kontrak baru yang memakan korban klub Liga 1 2020.

Seperti diketahui, polemik renegosiasi membuat adanya gelombang eksodus pelatih dan pemain.

Akan tetapi, Jaksen F. Tiago menyebut kejadian itu tidak mungkin dan tidak akan terjadi di Persipura.

Menurutnya setiap pemain dan staf pelatih Persipura mempunyai komitmen dan kesetiaan yang tidak bisa diganti dengan apapun.

Link Banner

Persipura memang telah kehilangan satu striker asinya, yakni Sylvano Comvalius.

Akan tetapi, penyerang asal Belanda itu memutuskan pergi bukan karena nilai kontrak melainkan tidak ingin berpisah dengan keluarganya di masa pandemi.

Jacksen menambahkan, selain komitmen tinggi pemain, Persipura juga terdorong berkat kerja keras manajemen.

Ia menilai manajemen sudah mengemban amanah dengan baik dengan memberlakukan para pemain dan pelatih dengan semestinya.

Manajemen juga kerap memberikan penghargaan terbaik kepada kerja keras tim.

Baca Juga  Design Band Tampil Memukau di Malam Peluncuruan Album Hitam Putih

Sehingga antara pelatih, pemain dan manajemen tercipta keharmonisan yang erat.

“Saya yakin manajemen sangat bijak dalam membuat suasana nyaman bagi semua aspek. Tidak hanya latihan saja, tetapi dari aspek kesejahteraan kami,” kata Jacksen dikutip BolaSport dari Kompas.

“Apalagi, mayoritas putra Papua ya tidak jadi persoalan. Mungkin pemain asing jadi persoalan,” ujarnya.

Pelatih berusia 52 itu tak menampik jika peluang Persipura melakukan renegosiasi kontrak pemainnya bisa berpeluang sama dengan tim-tim lain.

Keterbukaan komunikasi merupakan satu kunci agar pelaksanaan renegosiasi berlangsur lancar.

“Saya punya kebutuhan sehari-hari tapi saya rasa apa yang didapatkan selama ini sudah sangat cukup,“ kata Jacksen.

“Saya selalu bilang yang penting manajemen mengerti sepak bola adalah sumber kehidupan saya dan keluarga. Selama mereka menghargai itu, saya juga akan menghargai kesulitan mereka juga,” ujarnya.

Pelatih asal Brasil itu menyebut bahwa situasi seperti ini memang rumit bagi segala pihak.

Baca Juga  Kecelakaan kerja, PLN siap telusuri kinerja mitra

Namun dengan pengertian dan keterbukaan pasti akan menemui titik terang.

“Apapun yang disepakati di awal, itu kebutuhan saya. Namun, saya orang yang punya pengertian bahwa ini keadaan berbeda dan klub mengalami kesulitan, dunia pun mengalami kesulitan,” kata Jacksen.

“Sehingga, saya harus punya empati. Itu kata tepat terhadap momen ini,” tutup pria yang sudah meniti karier di Indonesia sejak 1994 itu.

Sehingga antara pelatih, pemain dan manajemen tercipta keharmonisan yang erat.

“Saya yakin manajemen sangat bijak dalam membuat suasana nyaman bagi semua aspek. Tidak hanya latihan saja, tetapi dari aspek kesejahteraan kami,” kata Jacksen dikutip BolaSport dari Kompas.

“Apalagi, mayoritas putra Papua ya tidak jadi persoalan. Mungkin pemain asing jadi persoalan,” ujarnya.

Pelatih berusia 52 itu tak menampik jika peluang Persipura melakukan renegosiasi kontrak pemainnya bisa berpeluang sama dengan tim-tim lain.

Keterbukaan komunikasi merupakan satu kunci agar pelaksanaan renegosiasi berlangsur lancar.

Baca Juga  Bungkam Sevilla, Real Madrid Usir Barcelona dari Puncak

“Saya punya kebutuhan sehari-hari tapi saya rasa apa yang didapatkan selama ini sudah sangat cukup,“ kata Jacksen.

“Saya selalu bilang yang penting manajemen mengerti sepak bola adalah sumber kehidupan saya dan keluarga. Selama mereka menghargai itu, saya juga akan menghargai kesulitan mereka juga,” ujarnya.

Pelatih asal Brasil itu menyebut bahwa situasi seperti ini memang rumit bagi segala pihak.

Namun dengan pengertian dan keterbukaan pasti akan menemui titik terang.

“Apapun yang disepakati di awal, itu kebutuhan saya. Namun, saya orang yang punya pengertian bahwa ini keadaan berbeda dan klub mengalami kesulitan, dunia pun mengalami kesulitan,” kata Jacksen.

“Sehingga, saya harus punya empati. Itu kata tepat terhadap momen ini,” tutup pria yang sudah meniti karier di Indonesia sejak 1994 itu. (red/bolaindo)