Jadi Beban Negara, Tjahjo Kumolo Berniat Kurangi Jumlah ASN

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Tjahjo Kumolo Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akan membenahi struktur dari aparat sipil negara (ASN).

Tjahjo menilai fungsi ASN didominasi yang sifatnya administratif sehingga cenderung menjadi beban bagi keuangan negara. Demikian seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (26/10/2019).

Ditemui usai Sidang Kabinet perdana di Istana Merdeka, Kamis (24/10/2019) lalu, Tjahjo mengatakan fokus pertama dirinya ketika ditunjuk menjadi Menteri adalah membenahi nomenklatur.

Sementara fokus kedua, pembenahan struktur PNS. “Fokus saya kedua, ASN selama ini jujur apa sih selama ini reformasi birokrasi, reformasi itu apanya, itu akan saya fokuskan,” kata Tjahjo.

Politisi PDI-P tersebut menyebut ke depan, penerimaan akan disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak ketinggalan, Tjahjo juga mengakui bahwa jajaran ASN banyak diisi oleh pegawai di bidang administrasi.

Baca Juga  Berkat 2 Gol Indah, Real Madrid Geser Barcelona dari Puncak Klasemen

“Jadi penerimaan pegawai akan sesuai kebutuhan, dibutuhkan penyuluh pertanian, dibutuhkan pegawai puskesmas yang bidang itu,” terangnya.

Bagaimana formasi penerimaan calon ASN yang akan berlangsung akhir Oktober 2019 ini?

“Ini sedang saya bahas, ini kami seleksi dahulu jangan sampai nanti antara kebutuhan dan dropingnya tidak (sesuai). Kami ingin tepat. Jadi target kami penerimaan pegawai baru jelas. Reformasi itu apa sih, mereformasi birokrasi itu apa yang siap.”

Apalagi, penerimaan ASN (Aparatur Sipil Negara) baru juga perlu memperhatikan aspek anggaran yang disiapkan. Karena itu, dia juga akan menyiapkan berbagai regulasi-regulasi terkait nomenklatur baru.

“Itu kan mempengaruhi anggaran, mempengaruhi struktur organisasi kementerian yang ada. Kami akan jemput bola jangan sampai itu terganggu,” sebutnya.

Baca Juga  Sambut Idul Fitri, Pemkab Kepulauan Sula Gelar Pawai Obor

Jika tidak terjadi mundur, maka formasi penerimaan ASN (calon PNS) akan berlangsung akhir bulan Oktober ini. Tjahjo mengatakan saat ini sedang dibahas.

“Ini kami seleksi dulu, jangan sampai nanti antara kebutuhan dan droping-nya tidak., kami ingin tepat. Jadi target kami penerimaan pegawai baru jelas. Reformasi itu apa sih, mereformasi birokrasi itu apa yang siap,” sebutnya.

Berdasarkan catatan Badan Kepegawaian Negara (BKN) lowongan CPNS kali ini, pemerintah membutuhkan 197.111 formasi. Jumlah tersebut terdiri dari 37.854 orang untuk pemerintah pusat dan 159.257 orang untuk pemerintah daerah. (red/rtl)