Jadi Ketua Penanganan Virus Corona, Kepala BNPB Doni Monardo Mohon Doa

oleh -93 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo akan ditunjuk menjadi Ketua Penanganan virus Corona.

Mantan Pangdam XVI/Pattimura itu mengaku siap mengemban tugas tersebut. “Mohon doanya,” ujar Doni, Jumat (13/3/2020).

Ditanya kapan dirinya akan mulai mengemban tugas baru itu, Jenderal bintang tiga itu menyebut, masih berproses. “Mudah-mudahan segera,” jawab dia.

Penunjukan Doni sebagai Ketua Penanganan virus Corona, sebelumnya diungkap Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) , Mayor Jenderal TNI Afini Boer.

“Sekarang juga sudah ada lagi Inpres itu, yang kami dengar ketuanya kepala BNPB,” kata Afini dalam diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).

Hal ini disampaikan Afini, saat ditanya langkah pemerintah dalam menangani virus Corona.

Baca Juga  18 Wilayah Diprediksi Terdampak Siklon Tropis Nuri, Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Berkaca dari wabah flu burung pada 2006, pemerintah ketika itu membentuk komite nasional untuk penanganan flu burung, dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza.

Pembentukan komite nasional itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2006.

Jokowi Tunjuk Doni Monardo Pimpin Tim Berantas Corona
Letjend Doni Monardo. 

Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta dan ditandatangani oleh Presiden Jokowi tanggal 13 Maret 2020. Dalam Keppres tersebut dinyatakan bahwa pelaksana Gugus adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni Letjen TNI Doni Monardo.

Sedangkan yang ditunjuk sebagai pengarah Gugus adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan.

Dalam salinan Keppres disebutkan alasan penerbitan tersebut untuk menyikapi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di dunia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang lebih besar, dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  5 Lagu Perjuangan Kaum Kulit Hitam

World Health Organization (WHO) telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemic tanggal 11 Maret 2020. “Telah terjadi keadaan tertentu dengan adanya penularan COVID-19 di Indonesia yang perlu diantisipasi dampaknya,” tulis isi Keppres tersebut.

Melalui Keppres tersebut, dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Melalui Keppres ini, Presiden membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Gugus ini di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Adapun tujuan pembentukan Gugus ini antara lain mempercepat penanganan COVID-19 melalui sinergi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. 

Kemudian, meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional, dan meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap COVID-19. (red/rtm/rm/hc)