Jadikan Lapangan Futsal Lokasi Karantina, Gustu Covid-19 KKT Dinilai Tak Manusiawi

oleh -59 views
Link Banner


Porostimur.com | Saumlaki:
Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada gubernur, walikota, bupati, camat, lurah dan kepala desa untuk menangani penyebaran virus Corona secara serius dan bertanggung jawab, yang dibantu dengan anggaran yang besar baik itu dari APBN, APBD serta Dana Desa (DD).

Dari instruksi presiden itu, maka di setiap daerah telah terbentuk yang namanya Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 dari tingkat provinsi sampai ke desa-desa.

Hal ini juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulaun Tanimbar (KKT), dengan membentuk Gustu Covid-19.

Namun sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Tim Gugus Covid-19 KKT di nilai diskriminatif dan tidak manusiawi oleh tokoh masyarakat setempat.

Kepada Porostimur.com, salah satu tokoh masyarakat KKT, Isai Wuritimur, SH, MH mengatakan bahwa, sesuai petunjuk pelaksanaan karantina maka tempat yang dipakai untuk mengkarantinakan masyarakat yang hendak bepergian dari dan ke KKT harus steril dan layak.

Baca Juga  Wakapolda Malut Beri Pembekalan untuk 205 Siswa Diktukba Polri Tahun 2019-2020

Namun yang terjadi di lapangan, Pemda KKT dalam hal ini Tim Gugtu Covid-19 yaitu menggunakan lapangan futsal sebagai tempat karantina.

Lanjut Wuritimur, tempat yang dipakai Pemda KKT sebagai tempat karantina tidak layak dan tidak manusiawi, karena standar karantina bagi mereka yang hendak berpergian mestinya tidak berkomonikasi dengan siapun kecuali tim Gustu Covid-19 karena itu mereka harus di karantinakan di hotel, penginapan atau wisma yang di dalamnya masing-masing orang punya kamar tidur yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainya, seperti tempat tidur , kamar mandi dan wc yang layak, bukan seperti yang terjadi di KKT, dimana semua orang yang di karantina tidur pada alam terbuka, punya 1 kamar mandi dan toilet.

Yang lebih parah lagi kalau diantara sekian yang dikarantinakan ada yang terpapar virus maka dipastikan semuanya yang ada di lokasi karantina pasti terpapar virus, karena mereka tidur di tempat terbuka, punya 1 kamar mandi dan toilet.

Baca Juga  Kecelakaan Di Latta, Pengendara Motor Tewas di TKP

Lebih jauh Wuritimur mengatakan ada tindakan ketidak adilan dan diskriminasi di KKT soal karantina ini, padahal harusnya semua orang itu dikarantina, baik pejabat maupun masyarakat kecil.

“Yang terjadi di KKT lain dari pada yang lain. Kalau orangnya pejabat ketika tiba langung di jemput dengan mobil dan di bawa ke rumah. Beda dengan rakyat kecil, ketika tiba maka mobil yang telah disiapkan langsung mengangkut mereka ke tempat karantina dan sebagai bukti di tempat karantina tidak ada seorang pun pejabat di sana. (olof)