Jangan Belokan Pemahaman Tentang Manfaat Tanaman Ganja Sekilas Tentang Tanaman Ganja

oleh -448 views
Link Banner

Oleh : ABNER. TIMISELA

Ganja adalah tanaman perdu dengan daun menyerupai daun singkiong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus. Jumlah jarinya selalu ganjil, yaitu 5, 7, 9. Ganja termasuk tanaman perdu liar yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan sub tropis seperti Indonesia, India, Nepal, Thailand, Laos Kamboja, Kolumbia, Jamaica, Rusia bagian selatan, Korea. Di Indonesia jenis tumbuhan ini banyak terdapat pada beberapa daerah seperti Aceh, Sumetera Utara, Sumatera Selatan, Pulau Jawa, dan sekarang ini mulai ditanam di Maluku dan Papua.


Tanaman ganja memiliki istilah lain: Marijuana, Gelek, Rasta, Cimeng,Dope, Hash,Grass dll.Tetra Hydro Cannabinol (THC) adalah zat kimia berbahaya yang ada pada tanaman ganja memiliki komponen psikoaktif yang terkandung di dalamnya. Sejak zaman dahulu tanaman ini sudah dikenal manusia yang menurut ceriteranya dapat membantu menyembuhkan penyakit tertentu, walaupun penyakit-penyakit tersebut tidak terinci secara jelas kira-kira penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan menggunakan tetra hydro canabinol ( zat yang terdapat dalam tanaman ganja).

Tetapi menurut kamus narkoba, THC adalah zat psikoaktif yang berefek halusinasi. Berefek halusinasi itu berarti menghayal atau memberikan efak penenang bagi seseorang yang menderita penyakit yang berbahaya seperti penyakit kanker atau yang sejenis. Timbul pertanyaan apakah dengan memberikan efek penenang dapat dikatakan menyembuhkan suatu penyakit tertentu? Butuh suatu kajian yang mendalam untuk mengungkapkannya secara jelas, karena selama ini belum ada suatu kajian ilmiah atau penelitian- penelitian yang berstandarisasi ilmiah yang dapat membuktikan secara pasti tentang manfaat tanaman ganja untuk dijadikan obat yang bisa menyembuhkan penyakit seperti penyakit kanker atau penyakit berbahaya lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, tanaman ganja di indonesia oleh sebagian orang dianggap sebagai tanaman yang bernilai komersial tinggi yang dapat dibudidayakan untuk memperoleh keuntungan yang banyak serta cara menanamnya yang tidak terlalu menyita banyak energy dan parawatannyapun tidak memerlukan perhatian serius. Menurut ceritera jenis tanaman ini tidak dimakan oleh hama dan dapat mengusir nyamuk, tikus maupun babi hutan dari areal budidayanya.

Baca Juga  Pesparani menjadi wadah kumpulan berkat

Menarik untuk dikaji dari ceritera yang berkembang di atas bahwa tanaman ganja tidak dimakan hama berarti ada zat-zat tertentu yang terdapat dalam tanaman tersebut yang dapat mengancam keselamatan hama,nyamuk, ular atau hewan-hewan tertentu termasuk babi hutan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di dalam tanaman ganja mengandung racun atau zat-zat adaptif yang dapat mengancam keselamatan hewan-hewan tersebut. Dengan demikian kalau hewan-hewan tersebut merasa terancam ketika mendekati atau mengkonsumsi tanaman ganja sedangkan jenis tanaman ini dapat dikonsumsi oleh manusia yang tanpa standarisasi ilmiah yang jelas dianggap dapat menyembuhkan penyakit yang berbahaya (kanker,gula darah dll) membutuhkan suatu kajian yang jelas sehingga tidak membingungkan masyarakat atau umat manusia secara absolut.

Baca Juga  Tangkal Corona, Murad Batasi Akses Keluar-Masuk Maluku

Yang jelas kenyataannya penelitian menunjukkan bahwa ganja mengganggu daya ingat dan mempengaruhi fungsi kognitif, fungsi siStem reproduksi, menyebabkan sakit jantung, paru-paru, kelenjar endokrin, dan mengurangi daya tahan tubuh sehingga menyebabkan pemakai mudah terinfeksi berbagai macam penyakit. Ganja mengandung zat penyebab kanker lebih kuat daripada rokok. Ganja adalah pintu gerbang menuju ke penyalahguna narkoba lainnya. Kebanyakan pecandu berat narkoba mulai bereksperimen dengan ganja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa :
Ganja menimbulkan ketergantungan psikhis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama.

Ganja beresiko schizophrenia, yakni peningkatan gejala seperti paranoid, berhalusinasi,depresi, dan ketakutan.
Ganja berresiko tinggi terhadap penyakit kanker paru dan bronchitis kronis, karena kadar tar dari ganja 50% lebih tinggi daripada rokok.

Baca Juga  Ini Rincian Gaji PNS Pajak Beserta Tunjangan yang Diterimanya

Di Indonesia usaha yang dilakukan untuk mencoba melegalkan tanaman ganja dengan dalil apapun juga adalah perbuatan melanggar hukum karena tidak sesuai dengan konstitusi negara kita. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khusus pada pasal 111 ayat 1 secara tegas telah menekankan kepada kita tentang perbuatan menanam, memelihara, menyimpan, menguasai Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, diancam dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas )tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.8.000.000.000 (delapan miliar rupiah). Oleh karena itu sebagai warga Negara Indonesia yang baik harus tunduk dan taat kepada hukum yang berlaku di Negara kita. Jangan karena kepentingan tidak terlalu jelas arahnya lalu kita membelokkan pemahaman tentang manfaat tanaman ganja seakan-akan dapat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia untuk kepentingan kesehatan.