Jantung Pertahanan Polri Jebol, Bahaya Ajaran Radikal Semakin Nyata Pmii Maluku Siap Berkolaborasi

oleh -928 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Peristiwa bom bunuh diri di depan gereja Katedral Makassar belum hilang dari ingatan dan pada Rabu 31 Maret 2021 pukul 16:30 WIB wanita berbaju hitam berkerudung biru sudah berhasil masuk jantung pertahanan Polisi Republik Indonesia pada Rabu (31/3/2021) kemarin.

Kejadian ini tentu menjadi peringatan bagi polri untuk ekstra hati hati dalam menjaga seluruh markas komando kepolisian Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Tindakan terorisme ini dipicu oleh ajaran sesat yang tidak berdasar dan mengatasnamakan agama sehingga pelaku terornya rela untuk mengorbankan dirinya dengan iming iming masuk surga apabila berkorban nyawa, padahal itu tindakan bunuh diri yang dilarang oleh setiap agama apapun,” tegas ketua PMII Maluku Inda Ulfa Mansyur

Baca Juga  Satgas Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Danki Brimob Iptu LT

Mengingat pelaku penembakan Mabes Polri adalah seorang mantan mahasiswa yang sudah sudah di drop out dari kampusnya, menurut Inda, tentunya ini menjadi tugas bagi pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat dan pihak universitas untuk mengawasi mahasiswanya masing-masing.

Link Banner

Inda berharap kepada pemerintah, pihak kepolisian untuk menggandeng organisasi kemahasiswaan eksternal kampus untuk melawan tindakan radikalisme di dalam kampus

Ketua PMII Maluku yang akrab disapa Inda ini menambahkan, pelaku penembakan mabes polri tersebut adalah Lone Wolf yang berideologi Radikal ISIS dalam keterangan Pers Kapolri setelah beberapa jam dari kejadian tersebut, tokoh Perempuan Maluku ini juga menyayangkan lemahnya keamanan mabes Polri sehingga pelaku bisa dengan leluasa berkeliaran dia area Ring 1 Mabes Polri.

Baca Juga  Rusun Halbar Ditetapkan Sebagai Tempat Isolasi

“Tapi saya yakin dan percaya Kapolri bisa menumpas tuntas atas insiden ini biarpun ada anggota polisi pada saat berjaga di pos terkena tembakan di bagian lengan kanan oleh perempuan muda berjilbab biru tersebut,” ujarnya.

“Mari sama-sama kita bergandengan tangan khususnya di Maluku untuk bersama melawan tindakan Radikalisme yang berujung pada terorisme. Mahasiswa, pemuda, Tokoh agama, tokoh Masyarakat ayo kita lawan radikalisme dan siap berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam menumpas tindakan terorisme di NKRI tercinta,” tutup Inda Ulfa Mansyur saat. (nicolas)