Jelang HUT RMS, Tujuh Bekas Anggota FKM Nyatakan Gabung NKRI

oleh -530 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tujuh orang bekas anggota Front Kedaulatan Maluku (FKM) mendeklarasikan diri bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jelang peringatan hari ulang tahun kelompok separatis itu pada 25 April.

Ketujuh aktivis FKM-RMS ini di antaranya SN, FS, AN, GS, YT, FL dan ES. Mereka menolak imbauan pengibaran bendera Benang Raja yang biasa dilakukan dalam menyambut HUT RMS.

Ketujuhnya menolak ikatan sumpah deklarasi di kantor pemerintahan Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku pada Selasa (21/4).

Kepala Urusan Hubungan Masyarakat Polisi Resort Kota Ambon, Iptu. Julkisno Kaisupy mengatakan para aktivis ini menyesali keterlibatannya dalam Kelompok FKM.

“Mereka sesali pernah bergabung dengan kelompok separatis RMS yang ingin memisahkan diri dari NKRI,” kata dia, melalui pernyataan resmi, Selasa petang.

Baca Juga  5 Pesepakbola yang Kariernya Dirusak Manchester United, Ada yang Sampai Patah Kaki

Kaisupy membenarkan bahwa ketujuh bekas anggota FKM tersebut membuat surat pernyataan dan menolak dengan keras untuk mengibarkan bendera berlambang burung pombo tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar

Secara terpisah, Kapolda Maluku Irjen Polisi Baharudin Djafar mengirimkan personelnya untuk mengamankan lokasi yang menjadi titik rawan kelompok separatis ini jelang peringatan HUT-nya.

“Kita harus turunkan anggota terlebih dahulu untuk memantau situasi di beberapa wilayah kecamatan dan perkampungan yang sudah terdata, tujuannya adalah kita melaksanakan penggalangan serta deteksi dini di daerah atau perkampungan yang memang dianggap rawan,” ujar dia, dalam Gelar Pelatihan pra Ops Merah Putih.

Baharudin Djafar menegaskan dalam pelaksanaan operasional anggota, masing masing fungsi satuan kerja operasi harus serius dalam melaksanakan tugas serta mengikuti arahan petunjuk imbauan.

Baca Juga  Duggary: Barcelona Klub Badut dan Tak Berkelas

“Kepada Direktur Intelijen yang mana sudah memberikan masukan lewat beberapa laporan serta testimoni, Saya sangat mengharapkan Intelijen untuk pelaksanaan deteksi dini dalam tugas operasi,”tegasnya.

“Saya imbau seluruh rekan rekan anggota agar supaya dalam pelaksanaan tugas operasi harus mengutamakan kebersihan diri serta mengikuti arahan dan petunjuk Kapolri,” tutup Kapolda.

RMS yang memiliki lambang burung merpati putih Maluku ‘Pombo’, merupakan salah satu kelompok pemberontak yang hendak mendirikan negara di dalam NKRI alias separatis.

Basisnya di Ambon sudah dikalahkan TNI pada 1950, para pemimpin dan pengikutnya juga sempat mengasingkan diri di Belanda sambil tetap melakukan gerilya. (red/rtm/CNN)