Jelang Idul Fitri, Bulog Siapkan Antisipasi Defisit Stok Beras di Indonesia

oleh -105 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Jelang Hari Raya Idul Fitri Perum Bulog menyiapkan langkah antisipasi defisit beras di sejumlah provinsi. Yakni dengan melakukan distribusi beras ke tujuh provinsi agar ketersediaan dan stok beras mencukupi.

Menurut Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh, saat ini pihaknya memiliki stok beras mencapai 1,4 juta ton tersebar. Sebabnya, Bulog terus melakukan distribusi dari daerah surplus beras ke daerah yang defisit.

“Tugas Bulog melakukan penyebaran (stok) sehingga dalam waktu dua hari setelah dipublikasikan ada tujuh provinsi yang defisit, sudah kami laksanakan. Sekarang sudah tersedia semua,” kata Tri dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh BNPB di Jakarta, Minggu 17 Mei kemarin.

Baca Juga  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Ambon, Jum'at 30 April 2021

Ada pun ketujuh provinsi yang mengalami defisit beras yakni Kepulauan Riau, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat. Kata dia, saat ini jumlah stok beras yang dikelola Perum Bulog mencapai 1,42 juta ton dengan rincian cadangan beras pemerintah 1,32 juta ton dan beras komersial 101.364 ton.

Diakuinya, setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ada tujuh provinsi yang mengalami defisit beras, pihaknya segera melakukan distribusi agar defisit berkurang.

“Mekanismenya, kami mempunyai minimum stok, ada sepertiga dalam gudang, sepertiga dalam perjalanan dan sepertiga dalam perjalanan di gudang pengirim, sehingga kami pastikan sebaran stok beras dalam kondisi aman,” kata Tri.

Baca Juga  Werembinan, Tidak Ambil Gaji DPRD Sebagai Bentuk Protes Kepada Pemerintah KKT

Dengan musim panen padi yang masih berlangsung hingga Juni mendatang, Bulog pun terus melakukan optimalisasi penyerapan gabah produksi petani. Untuk penyerapan gabah dan beras, saat ini pihaknya masih melakukan penyerapan kurang lebih hampir 15.000 ton per hari.

“Puncaknya di Juni kita berharap bisa menyerap sampai 20.000 ton per hari,” kata Tri.

Tri menambahkan bahwa pada musim panen berikutnya di bulan Agustus dan September, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah petani. Hal itu bertujuan mempertahankan stok cadangan beras sekitar 1 juta-1,5 juta ton hingga akhir Desember 2020 seperti yang ditugaskan pemerintah.

Dalam perannya melakukan stabilisasi harga di tingkat konsumen, Bulog terus melakukan operasi pasar atau kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium. Hingga saat ini Bulog telah menggelontorkan hampir 600.000 ton beras untuk pelaksanaan operasi pasar. (red)