Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Petakan Titik Krusial

oleh -44 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memetakan titik-titik yang dianggap krusial untuk ditangani guna melancarkan penyelenggaraan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Untuk kawasan Indonesia Timur, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sebagaimana dikutip dari laman resminya, Minggu (8/12). menyebut adanya potensi kekurangan armada kapal. Untuk itu secara tegas Menhub Budi meminta kepada Dirjen Perhubungan Laut dan PT Pelni sebagai operator kapal untuk berkoordinasi guna memetakan daerah mana yang berpotensi kekurangan armada kapal.

“Yang penting juga adalah di Indonesia Bagian Timur di Manado itu ada kekurangan kapal. Saya minta kepada PT Pelni, Dirjen Perhubungan Laut untuk memperhatikan itu bahkan bagi provinsi yang belum hadir di sini seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat saya minta Dirjen Perhubungan Laut berkoordinasi karena kita memetakan daerah mana yang harus di supply tambahan kapal,” jelasnya.

Baca Juga  Satu PDP Meninggal Dunia di RSUD Chasan Boesoirie, LSM Rorano Minta Warga Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Minta BMKG Fokus di Sejumlah Titik

Selain fokus pada sarana dan prasarana, dirinya juga meminta kepada BMKG dan Basarnas untuk fokus di sejumlah titik terutama di Selat Sunda, Banyuwangi, dan Bali.

Link Banner

Di samping itu, Kemenhub akan menyelenggarakan monitoring posko angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mulai dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. Di mana Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus libur akan terjadi sejak 20 sampai dengan 24 Desember 2019. Sedangkan untuk puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 29 sampai dengan 31 Desember 2019.

Sementara itu untuk menciptakan keamanan, Asisten Operasi Kapolri, Irjen Martuani Sormin mengatakan pihaknya akan menggelar Operasi Lilin berlangsung selama 10 hari sejak 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Ribuan personil dari unsur Kepolisian akan diterjunkan untuk mengamankan rumah ibadah hingga infrastruktur transportasi seperti bandara dan pelabuhan.

Baca Juga  Gatot Miftakhul Manan Resmi Jadi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara

“Kami akan memberlakukan operasi lilin dengan melibatkan 120 ribu personel Polisi dan 70 ribu personel TNI untuk seluruh wilayah Indonesia. Adapun objek yang jadi perhatian adalah tempat ibadah, tempat hiburan, keramaian, mall, bandara dan pelabuhan itu diperkirakan sekitar 60 ribu personil,” ungkapnya.

Senada dengan Asops Kapolri, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Jorry S. Koloay menyebut TNI siap melakukan pengamanan selama angkutan Natal dan Tahun Baru. Selain pengamanan Waasops menyebut TNI akan menyiapkan sejumlah armadanya jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Untuk siaga dalam rangka dukungan angkutan kita standby baik itu angkutan darat, angkutan laut maupun angkutan udara, yang ada di tiap angkatan baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara,” ujar Waasops. (red/rtl)