Jelang Pelantikan Presiden Biden, Toko Senjata di AS Diserbu Pembeli

oleh -17 views
Link Banner

Porostimur.com | Washington: Sejumlah toko senjata di AS dilaporkan mengalami lonjakan penjualan, jelang pelantikan Joe Biden.

Para pemilik toko mengungkapkan, toko mereka diserbu pembeli jelang pengambilan sumpah jabatan Biden pada Rabu (20/1/2021).

Kabar itu muncul setelah Badan Penyelidik Federal (FBI) menyatakan, mereka memeriksa 25.000 tentara Garda Nasional yang ditempatkan di Washington DC.

Adapun Garda Nasional sudah ditempatkan di ibu kota semenjak kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol, 6 Januari lalu.

Floyd McMillin, pemilik toko senjata di Topeka, Kansas, mengaku dia membukukan keuntungan 50.000 dollar AS (Rp 703,4 juta) pada Sabtu (16/1/2021).

McMillin mengakui, kenaikan penjualan terjadi karena ada yang tak percaya pemerintahan Biden, maupun khawatir peluang membeli senjata bakal hilang.

Baca Juga  Cegah kanker payudara dengan konsumsi 7 makanan enak alami ini

Si pemilik toko mengutarakan, banyak orang yang mengira bahwa pemerintahan saat ini bakal mengambil senjata mereka.

“Yah, Anda tentu harus menyadari bahwa industri senjata menghasilkan miliaran dollar ke rekening AS,” jelas McMillin.

FBI menuturkan berdasarkan data intelijen, ada potensi terjadi demonstrasi bersenjata di 50 negara bagian AS.

“Mereka (kelompok bersenjata) sudah mengancam Kongres jika POTUS (Presiden Donald Trump) dimakzulkan lewat Amendemen 25, maka akan terjadi kerusuhan,” jelas FBI.

Dinas Taman Nasional (NPS) juga menuturkan, mereka mendapatkan “ancaman yang kredibel” setelah kerusuhan di Capitol.

Dilansir Daily Star Senin (18/1/2021), demo 6 Januari dipicu keengganan Presiden Trump mengakui kekalahan di Pilpres AS.

Dia pun menyerukan kepada pendukungnya mereka harus bergerak ke Washington, saat Kongres AS bersiap mengesahkan kemenangan Biden.

Baca Juga  Aklamasi: Gafar Lestaluhu Ketua APSSI Maluku

Lima orang tewas, dengan banyak pihak menuding Trump bertanggung jawab karena sudah membawa massa itu ke ibu kota.

Pada pekan lalu, DPR AS yang dimotori Partai Demokrat memakzulkan Trump. Dia menjadi presiden pertama yang dimakzulkan dua kali.

(red/kompas.com)