Jelang Ramadhan, Kapolda Malut Gelar Silaturahim dengan Para Tokoh dan OKP

oleh -56 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Dalam rangka menjaga stabilitas Kamtibmas diwilayah Malut dari bahaya Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi, Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol Risyapudin Nursin jalin bersilaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Ormas OKP Se-Malut. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Polda Malut, Senin (12/4/2021) juga dihadiri oleh PJU Polda Malut.

Dalam sambutannya Kapolda Malut berharap melalui kegiatan ini bisa meningkatkan sinergitas Polda Malut dengan para Tokoh dan Ormas OKP di Malut.

“Saya menyambut baik, karena pertemuaan ini dapat meningkatkan sinegritas kita semua dikarenakan Kepolisian sangat memperlukan kerja sama dengan Tokoh agama, tokoh adat dan Ormas, dalam menjalankan tugas pokok,” kata Kapolda saat memberikan sambutan.

“Baru Baru Ini Kita Semua Ketahui Bahwa Mabes Polri Telah Melakukan Penangkapan Terhadap Para Teroris Di Wilayah Sumatera, Jawa Dan Makasar Serta Adanya Kejadian Bom Bunuh Diri Yang Dilakukan Oleh Kelompok Teroris Didepan Geraja Katedral Makasar, Hal Ini Tentunya Menjadi Perhatian Bagi Kita Semua,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Polda Malut itu juga memaparkan tentang bahaya Radikalisme bagi keutuhan dan kedamaian NKRI.

Baca Juga  Soal Pembelian Mobil Dinas Gubernur Maluku, Murad dan Anak Buahnya Beda Pendapat

“Faham radikal tercermin pada sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar terhadap hal-hal yang dianggap fundamental oleh seseorang atau sekelompok radikalis. Bahayanya, sikap ekstrim ini biasanya diimplementasikan melalui tindakan-tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap negara dan aparatnya. Mengenai radikalisme, memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada sekelompok umat islam yang menganut ideologi ekstrim / radikal dan melakukan tindakan teror”. imbuhnya,” kata Kapolda Malut.

Anggota Polri berpangkat dua bintang itu juga berharap tokoh agama, tokoh masyarakat dan Ormas / OKP diwilayah Malut selalu tanggap terhadap aspirasi masyarakat.

“Saya berharap para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta ormas untuk selalu tanggap terhadap aspirasi masyarakat, karena pemuka agama adalah penyambung lidah dan penerjemah umat, maka dari itu tokoh agama dapat membimbing umatnya masing-masing . Untuk itu mari kita bersinergi agar memelihara daerah maluku utara,” pungkasnya.

Diwaktu yang sama Rektor IAIN yang juga merupakan Ketua MUI Prov. Malut Dr. Samlan H. Ahmad juga memberikan sambutannya terkait dengan masalah – masalah yang akan terjadi kedepan terkait dengan pemahaman masyarakat.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara Ke-75, Polda Malut Laksanakan Operasi Bibir Gratis

“Banyak problem yang akan terjadi dimana saja, Persolan pemahaman apalagi menyangkut dengan Radikalisme dan Intoleransi, dengan Saya harap Intelijen dapat memberikan Deteksi dini terkait dengan Harkamtibmas. Bagaimana pengguatan akademis tidak hanya melalui pembelajaran, karna munculnya pemahaman terorisme intoleransi biasanya muncul dari perdesaan,” katanya dalam sambutannya.

Menurutnya untuk mencegah dan menangkal faham-faham Radikalisme, terorisme dan intoleransi harus terjalin kerjasama secara intens.

“Harus ada kerja sama yang lebih intens karena itu di desa tidak hanya pembinaan masyarakat, tapi harus membuat kegiatan sepertih kuliah desa. bisa juga dosennya dari kepolisian, dan jugaa dakwah sepertih jamaah tablik agar masyarakat pendesaan terhidar dari pemahaman Radikalisme”. kata Ketua MUI Malut.

Ketua FKPT Prov. Malut Dr. Muhdar Adam yang hadir dalam kegiatan tersebut juga memberi tanggapan terkait dengan problem dan bahaya faham Radikalisme, Terorisme dan intoleransi. Menurutnya salah satu cara untuk menangkal harus dimulai dari pendidikan dasar tentang bahaya Radikalisme, Terorisme dan intoleransi.

Baca Juga  Telkom Maksimalkan Layanan di Timur Indonesia dengan IndiHome

“Pendidikan dasar merupakan dasar pembelajaran ilmu, maka dari itu harus dimasukan Kurikulum terkait pembelajaran mengenai bahayanya Radikalisme, keberagaman terkait etnis perbedaan suku dan budaya maka pentingnya diberikan pembelajaran dan dimasukan kedalam kurikulum terkait pendidikan keberagaman etnis dan budaya Di daerah Maluku Utara,” kata Ketua FKPT.

Dia juga menambhakan bahwa untuk menangkal dan mencegah penyebaran Radikalisme, terorisme dan intoleransi di Malut harus terjalin kerjasama yang kuat antar pemangku kepentingan.

“Ketahanan sosial terbangun harus dengan interaksi sosial yang melibatkan pelaku atau organisasi sehingga Terjalinya Kerja sama menjauhkan wilayah maluku utara dari Pemahaman Radikal dan intoleran,” tutupnya.

Sebagai penutup kegiatan silaturhami tersebut, Dit Intelkam Polda Malut juga memberikan santunan kepada Pengurus Panti Asuhan serta Ormas / OKP yang diserahkan langsung oleh Kapolda Malut secara simbolis. (sarjan)