Jembatan Terabaikan, Warga Ariate Ancam Tanam Pohon Kelapa

oleh -49 views
Link Banner

@Porostimur.com | Huamual : Gara-gara jembatan penghubung dari Desa Ariate menuju Piru ibukota Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mandek pembangunannya, masyarakat setempat pun melakukan pemalangan jalan Sabtu (26/10).

Terlebih lagi, jembatan dimaksud merupakan satu-satunnya penghubung untuk kedua wilayah dimaksud.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Raja Negeri Ariate, Benny Suripaty pun membenarkan kejadian dimaksud.

”Ini merupakan kesalahan dari Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), baik Provinsi maupun Kabupaten, yang sangat tidak serius dalam tanggapi masalah ini sehingga mengorbankan masyarakat di seantero Kecamatan Huamual ini. Kami masyarakat tidak habis pikir dengan langakah pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan umum Provinsi Maluku  yang terkesan lambat dalam tanggapi masalah seperti ini, padahal mereka telah ketahui bahwa jembatan ini sangat dibutuhkan oleh orang banyak,” ujarnya.

Mengantisipasi mandeknya hubungan lalu lintas barang dan jasa di wilayah itu, akunya, pihaknya sempat membangun jembatan darurat namun tidak bertahan lama.

Baca Juga  Dit Reskrimsus Polda Maluku Limpahkan Berkas Tersangka Korupsi Bank BNI Ambon ke Kejaksaan

Sayangnya, masalah ini justru tidak diperhatikan baik oleh Pemerintah Kabupaten SBB maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

”Untuk itu kami antisipasi dengan pembuatan jembatan darurat dengan swadaya masyarakat. Dan itu telah dibuat beberapa kali, rusak hingga hari ini, otomatis sangat tidak bertahan lama karna berbahan dasar kayu. Tetapi selama ini pemerintah menutup mata dan membiarkan begitu saja. Olehnya itu masyarakat sangat marah sehingga berbagai aksi dilakukan,” jelasnya.

Bukan hanya Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada kedua level pemerintahan dimaksud, tegasnya, namun representasi warga SBB pada lembaga legislasi di tingkat provinsi pun dihimbau memperhatikan masalah ini.

”Maka itu, saya meminta kepada pemerintah terlebihnya untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku yang berasal dari Daerah Pemilihan Seram Bagian Barat, agar segera melakukan pengusulan dan pengawalan, agar jembatan ini dapat dikerjakan secepat mungkin. Karena ini kali terakhir warga membuat jembatan berswadaya. Jika kedepan rusak, maka warga tidak lagi ambil bagian dan biarkan begitu saja. Serta bagi yang memiliki lahan di daerah tersebut, akan ditanami pohon kelapa dan akan menjadi perkebunan, bukan lagi jalan umun atau jembatan penghubung,” pungkasnya kesal. (doddy)