Jembatan Wae Lalan, Komisi C bakal hearing dengan Dinas PU

oleh -28 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Komisi C DPRD Provinsi Maluku bakal memanggil Dinas PU Maluku, untuk membicarakan kondisi terakhir jembatan Wae Lalan di Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabuaten Maluku Tengah (Malteng).

Pasalnya, jembatan dimaksud kondisinya masih sangat mengkhawatirkan di kala musim hujan tiba.

Apalagi, jembatan yang membentang di atas Sungai Wae Lalan itu masih sangat rawan ambruk jika terjadi terjangan arus sungai yang deras.

Hal ini dibenarkan anggota Komisi C DPRD Provinsi Maluku, Habiba Pelu, saat berhasil dikonfirmasi porostimur.com, Kamis (4/1).

Link Banner

Jembatan Wae Lalan ini, akunya, menjadi akses jalan penghubung utama bagi warga Desa Negeri Lima dengan jumlah penduduk mencapai 6 hingga 7 ribu jiwa, dan juga bagi warga di desa sekitarnya.

Baca Juga  Malam ini Ambon Digoyang 10 Kali Rentetan Gempa

Menurutnya, luas Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melebihi ukuran panjang jembatan, menjadi salah satu tolok ukur keamanan untuk dilalui masyarakat, meskipun susunan penahan air (bronjong) di sekitranya sudah dipertebal.

”Kita akan minta penjelasan mereka dulu. Jadi sangat disayangkan karena jembatan ini kan akses transportasi masyarakat,” tegasnya.

Pada kisaran Juli 2017 lalu, jelasnya, penahan air (bronjong) bagian timur jembatan pernah ambruk akibat erosi.

Apalagi, akunya, intensitas hujan yang sangat lebat saat itu, mengakibatkan terjadinya laju arus air cukup deras yang bercampur material pasir dan juga batu yang cukup besar.

”Bronjong jembatan pernah ambruk terkikis, akibat terjangan batu dan arus deras saat terjadi hujan lebat,” jelasnya.

Baca Juga  Kemenkes Anjurkan Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Sebagai salah satu akses utama transportasi darat di desa dimaksud, terangnya, tentu saja kondisi terakhir jembatan dimaksud harus kembali diperhatikan.

Apalagi, pasca jebolnya Natural DAM Wae Ela 2013 silam, timpalnya, bakalan menambah kesulitan bagi masyarakat sekitar jika jembatan dimaksud benar-benar ambruk.

”Untuk itu, kita akan panggil dinas terkait agar permasalahan ini segera diselesaikan, sebelum musim hujan terjadi,” pungkasnya. (Febby Sahupalla)