JJ bantah Banteng Maluku pecah

oleh -40 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku yang akan digelar 23 Juni 2018 nanti, menyisakan luka tersendiri bagi partai politik (parpol).

Pasalnya, banyak kader parpol yang berkeinginan mengajukan diri untuk maje bertarung dalam even politik 5 tahunan itu, namun hanya beberapa saja yang dimediasi.

Salah satu parpol yang menyumbang kader terbanyak dalam bursa pencalonan kemarin adalah PDI-P Maluku.

Kader Banteng Maluku yang masuk dalam bursa pencalonan kemarin antara lain Edwin Huwae, Bitto Temmar, Anderias Rentanubun, Herman Koedoeboen, Tagop Soulissa, hingga Barnabas Orno.

Link Banner

Sedangkan pasangan bakal calon yang dimediasi parpol dan sudah mendaftar ke KPU Maluku yakni Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO), Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) dan pasangan bakal calon dari jalur independen Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT).

Diusungnya pasangan balon BAILEO oleh PDI-P, justru mengindikasikan bakalan pecahnya suara Banteng Maluku, mengingat pada kedua pasangan balon lainnya juga terdapat kader Banteng yakni Rentanubun (SANTUN) dan Koedoeboen (HEBAT).

Baca Juga  Kapolda Maluku Terima Kunjungan Silaturahmi Wakil Direktur PT PLN

Meski demikian, petinggi DPD PDI-P Maluku menepis bakalan pecahnya suara Banteng Maluku dalam Pilgub yang masuk dalam Pilkada Serentak Jilid III nanti.

Bahkan, dengan tegas menyatakan bahwa Banteng Maluku tetap solid dan akan memenangkan pertarung politik kali ini.

Mantan fungsionaris DPD PDIP Maluku, John Jokohael yang akrab dikenal dengan akronim JJ, nerupakan salah satu yang mendukung statemen tersebut kala dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Rabu (17/1).

Sebeum rekomendasi ditetapkan DPP PDI-P, akunya, seluruh kader dipersilahkan berproses sebagaimana mestinya.

Namun semenjak rekomendasi ditetapkan oleh DPP, tentu saja Banteng Maluku kembali merapatkan barisannya, guna menghadapi pemilihan yang hanya hitungan 4 bulan saja.

”PDI-P pecah itu tidak benar. Artinya sebelum rekomendasi dijatuhkan oleh DPP, semua orang bisa berproses. Silahkan,” ujarnya.

Baca Juga  Dipimpin Irwasda, Duduk Bacarita Kamtibmas Dihadiri Sekda Maluku

Menurutnya, DPP PDI-P memiliki kewenangan atau hak penuh dalam memutuskan rekomendasi kepada pasangan calon (paslon), menjadi fatwa atau sebuah keharusan yang harus dipatuhi oleh seluruh kader partai.

Jika ada kader yang tidak mematuhi rekomendasi dimaksud, jelasnya, maka sanksi pemecatan atau pencabutan status sebagai kader merupakan konsekuensi mutlak yang akan diterima kader tersebut.

”Anda ingin dengan calon manapun terserah anda. Tapi setelah rekomendasi jatuh pasangan Baileo, maka wajib hukumnya kader merapatkan barisan dan mendukung yang telah diputuskan partai. Siapa yang tidak taat asas maka siap untuk dipecat dari partai. Dan itu sudah terbukti. Jadi jangan bilang karena Pak Orno, nggak. Beliau itu selain kader PDI-P, juga sebagai Ketua DPC Partai PDI-P di Kabupaten MBD. Apa itu bukan kader?” tegasnya.

Baca Juga  Tim Ops Keselamatan Polda Maluku Sosialisasi Maklumat Kapolri

Adanya isu bahwa masih ada kader yang lebih baik dari Orno, ditepisnya dengan santai.

”Artinya menurut pendapat kita ada yang lebih baik. Tapi kalo menurut pendapat DPP?” akunya.

Dengan tegas JJ juga membantah isu bahwa dimediasinya Orno oleh DPP sebagai cawagub sebagai upaya balasa budi.

Pasalnya, yang bersangkutan turut berandil besar dalam Pilpres 2014 kemarin.

”Balas budi apa? Tugas kader ya memang seperti itu. Diperintahkan harus lakukan. Jadi isu-isu itu adalah isu murahan,” timpalnya.

Adanya potensi perpecahan yang bisa menyebabkan kekalahan PDI-P dalam pertarungan politik kali ini, juga dibantahnya dengan tegas.

”PDI-P akan bekerja keras untuk memenangkan Baileo. Soal menang dan kalah itu urusan tuhan,” pungkasnya. (Katherin)