JK Sebut Cara Damai, Jalan Terbaik Bagi Nduga

oleh -32 views
Link Banner

@porostimur.com | Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, penyelesaian secara damai merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik di Nduga, Papua.

“Tentu yang terbaik iyalah suatu penyelesaian yang damai. Tapi kalau tidak mau damai, hanya menyerang tentara, tentara kan harus mesti membalas. Ya kan, gitu,” kata Wapres JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (23/7), sebagaimana dilansir liputan6.com.

Evaluasi pun, lanjut dia, perlu dilakukan agar kegiatan di lapangan menjadi lebih taktis.

“Tentu itu evaluasi selalu pasti ada, tapi tugas tentara kan justru khususnya di Nduga melindungi pekerja-pekerja infrastruktur. Itu ditembaki,” ungkap JK.

Link Banner

Menurut dia, evaluasi ini bisa langsung dilakukan oleh pemerintah daerah. Tidak perlu pemerintah pusat. Sebab hanya pemerintah daerah lah yang mengetahui keadaan di Nduga.

“Yang harus mengevaluasi itu justru pemerintah daerah setempat, bupati. Tidak perlu pusat, cukup bupati dan gubernur yang periksa berapa. Masak semua memeriksa jumlah pengungsi harus pusat yang ngitung, itu kelewatan. Pemerintah pusat pasti bantu kalau dibutuhkan,” tutur Wapres JK.

Baca Juga  Kapolda Malut Pimpin Penyaluran Bantuan kepada Warga Terdampak Covid-19 di Kecamatan Ternate Selatan

Tidak hanya itu, kata Wapres JK, masyarakat juga perlu membantu dan berpartisipasi memberikan informasi kepada tentara untuk keamanan. Sehingga keamanan terjaga.

Sementara itu, kontak tembak antara pasukan TNI dan TPN-PB kembali terjadi di Nduga.

Kapendam Cendrawasih Kolonel Infrantri M Aidi

Kapendam Cendrawasih Kolonel Infrantri M Aidi mengatakan, sekitar 20 anggota KSB menyerang TNI yang berjaga di Distrik Mugi dengan melepas tembakan dari jarak jauh, Selasa (23/7). Petugas pun membalas serangan sehingga terjadi kontak tembak.

“Tiba-tiba dari arah yang tidak terduga muncul serangan mendadak yang dilakukan oleh KSB diperkirakan kekuatan antara 15 -20 orang, teridentifikasi dari kelompok Egianus Kogoya,” kata Aidi lewat keterangan tertulisnya, Rabu (24/7).

Mendapat perlawanan dari anggota TNI, kelompok KSB memilih mundur. Namun, anggota TNI terus mengejar KSB yang lari ke dalam hutan.

Baca Juga  Fakaubun: Uji Kompetensi PNS Pemda Malra Inkonstitusional

Aidi mengungkapkan, sekitar 5 orang anggota KSB melarikan diri ke salah satu honai. Sadar diikuti, anggota KSB memilih melompat ke jurang yang berada di belakang tersebut.

“Pasukan TNI melancarkan tembakan secara terbidik dan melanjutkan pengejaran, namun KSB berhasil meloloskan diri dengan cara berhamburan masuk jurang yang tertutup oleh semak belukar,” ujar Aidi.

“Sementara di luar honai ditemukan ceceran darah cukup banyak mengarah ke jurang,” imbuh Aidi.

Dari hasil pengejaran tersebut, TNI berhasil menyita 1 pistol caliber 9 mm, 3 buah HT, 1 GPS, dan 3 buah bagazen. Sedangkan anggota KSB belum ada yang tertangkap.

“Serta ratusan amunisi caliber 5,56 mm, dan 7,62 mm. Korban dari TNI, nihil,” pungkasnya. (red)