Jokowi Ajak Berdamai Dengan Corona, Alvin Lie Bilang Cape Deh

oleh -193 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Ajakan Presiden Jokowi agar masyarakat berdamai dengan corona atau Covid-19 dianggap ambigu dan multiintepretasi.

Namun, ajakan itu bisa juga dimaknai bahwa pemerintah saat ini sudah putus asa dan tak sanggup lagi memenuhi kebutuhan selama penerapan PSBB.

Makna lainnya, rezim Presiden Jokowi mungkin lebih memilih kehidupan perekonomian.

Pernyataan Jokowi itu sendiri kemudian diluruskan sendiri oleh pihak Istana.

Menanggapi hal itu, anggota Ombudsman Alvin Lie mengaku sudah bosan dengan kontroversi yang muncul dari dalam Istana.

“Cape deh. Bikin pernyataan tidak hati-hati lalu klarifikasi, diluruskan. Mau sampai kapan begini?” cuitnya.

Menutut dia, akibat sering membuat kontroversi, kredibilitas pemerintah semakin turun di mata masyarakat.

“Kredibikitas pernyataan pejabat tinggi negara makin hati makin merosot,” ucap mantan anggota DPR ini.

Baca Juga  dJaman Malut Akhirnya Punya Nahkoda Baru

Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelasan maksud pernyataan Jokowi.

Menurutnya, kalimat itu bermaksud bahwa masyarakat bisa melakukan pencegahan penularan Covid-19, meski antivirus belum ditemukan.

Berdamai dengan Covid-19 artinya masyarakat harus bisa melakukan penyesuaian baru dalam tatanan kehidupan.

“Kita bisa mencegah tertular Covid-19. Artinya jangan menyerah, hidup berdamai itu penyesuaian baru dalam kehidupan,” ujar Bey kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).

“Ke sananya yang disebut the new normal, tatanan kehidupan baru,” sambungnya.

Selain itu, masyarakat juga harus tetap berusaha agar Covid-19 bisa segera angkat kaki dari bumi Indonesia.

Akan tetapi, aktivitas dan produktivitas masyarakat juga jangan sampai berhenti.

Baca Juga  Terinspirasi Perjuangan Aksi Kamisan, Dialog Dini Hari Lepas 'Payung Hitam' Saat Hari HAM Sedunia

Karena itu, harus ada penyesuaian dalam tatanan kehidupan yang baru.

“Kita tidak boleh menjadi tidak produktif karena adanya Covid-19,” terangnya.

Pernyataan Jokowi ini sempat mendapat sorotan di media sosial.

Pasalnya, pernyataan tersebut berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Negara dalam pertemuan virtual KTT G20 pada Maret lalu.

Saat itu, Jokowi mengajak negara-negara anggota G20 untuk ‘perang’ melawan corona. (red)